Page 194 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 21 OKTOBER 2019
P. 194

Media Name     harianjogja.com
               Pub. Date      18 Oktober 2019
               Page/URL       https://news.harianjogja.com/read/2019/10/18/500/1022297/ump-2020-akan -naik-851
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive





               Upah Minimum Provinsi (UMP) 2020 akan naik sebesar 8,51%. Jumlah kenaikan itu
               sesuai dengan surat edaran Menteri Ketenagakerjaan nomor B-
               M/308/HI.01.00/X/2019 pada Kamis (17/10/2019).

               Nilai 8,51% tersebut disyaratkan sesuai dengan data inflasi nasional dan
               pertumbuhan ekonomi nasional yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik yang akan
               digunakan untuk menghitung upah minimum tahun 2020.

               Berdasarkan Surat Kepala BPS RI Nomor B-246/BPS/1000/10/2019 Tanggal 2
               Oktober 2019 inflasi nasional sebesar 3,39 persen, dan pertumbuhan ekonomi
               nasional sebesar 5,12%. Sehingga kenaikan UMP dan UMK 2020 berdasarkan data
               inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasional adalah 8,51%.

               Upah minimum yang ditetapkan tersebut harus sesuai Peraturan Pemerintah Nomor
               78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Dalam menetapkan upah minimum haruslah
               dengan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi.

               "Gubernur menetapkan Upah Minimum Provinsi dengan memperhatikan
               rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi," tulisnya dalam butir kedua surat
               tersebut.

               Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mewajibkan pemerintah daerah untuk
               menetapkan dan mengumumkan upah minimum provinsi (UMP) secara serentak
               pada 1 November 2019.

               Sementara itu, Hanif menyebut ada tujuh provinsi yang harus menyesuaikan UMP
               dengan nilai kebutuhan hidup layak, antara lain Kalimantan Tengah, Gorontalo,
               Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.

               Bagi kepala daerah yang tidak melaksanakan hal tersebut akan mendapatkan sanksi
               administrasi berupa teguran tertulis oleh menteri.

               Jika teguran tertulis sudah dilayangkan dua kali berturut-turut namun kepala daerah
               belum juga melaksanakannya, maka kepala daerah akan dihentikan sementara
               selama tiga bulan.

               Selanjutnya juga kepada daerah yang telah diberhentikan sementara tersebut tidak
               juga menindaklanjuti program tersebut maka yang bersangkutan akan diberhentikan
               sebagai kepala daerah.





                                                      Page 193 of 329.
   189   190   191   192   193   194   195   196   197   198   199