Page 129 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 129

jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta, sementara
               penduduk non-produktif hanya 60 juta.

               Karena itu, lanjut Ayub, tidak ada pilihan lain kecuali Apjati akan mendorong
               penyiapan PMI yang terampil dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan para
               pengguna di luar negeri.

               "Kami memahami bahwa pidato Presiden Jokowi tentang perlunya bangsa ini
               menyiapkan agenda SDM unggul untuk bisa bersaing dengan negara-negara lain itu
               memang merupakan agenda yang kita persiapkan untuk 5 tahun ke depan,"
               imbuhnya.

               Negeri Filipina, kata Ayub, mengandalkan pemasukan utama dari sektor Pekerja
               Migran yang memiliki kompetensi tinggi. Padahal, jumlah penduduknya lebih kecil
               dari Indonesia tetapi nilai remitansinya setahun mencapai 24 miliar dolar AS.

               Ayub menambahkan, peningkatan remitansi ini berkaitan dengan PMI yang terampil,
               bersertifikat, memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan, termasuk mampu
               berbahasa Inggris merupkan bonus utama bagi PMI.

               Pihaknya memahami, bahwa sumber pemasukan dari bahan baku fosil tentu suatu
               saat akan habis. Karena itu, mereka bersama stakeholder terus mendorong
               pengembangan kompetensi PMI agar memiliki daya saya tinggi. Asumsinya, dengan
               jumlah penempatan PMI yang besar seharusnya remitansi yang dihasilkan juga
               besar.

               Pada saat bersamaan, lanjut Ayub, Apjati juga terus melakukan peningkatan kualitas
               PMI melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang sudah
               berjalan saat ini.

               "Selama 8 tahun devisa kita dari Timur Tengah menurun drastis lantaran tidak ada
               penempatan PMI. Karena itu, dengan pembukaan penempatan PMI ke Arab Saudi
               diharapkan akan meningkatkan remitansi dari Arab Saudi. Selain itu, Apjati juga
               sedang menjalin kerjasama dengan negeri China di sektor Awak Buah Kapal (ABK),
               perikanan dan sektor manufaktur lainnya," tuturnya.

               Ayub mencatat, selama kunjungan ke negeri Tirai Bambu dua bulan lalu, pihaknya
               melihat ada permintaan yang tinggi untuk penempatan PMI berketerampilan di
               sektor kelautan dan perikanan. Saat ini sudah banyak pekerja asing dari Kamboja,
               Vietnam, Myanmar, dan Bangladesh yang bekerja di sektor kelautan dan perikanan.

               "Galangan industri kapal perikanan laut China banyak membutuhkan ABK dan PMI di
               sektor manufacture pengolahan hasil ikan. Intinya, Apjati dalam lima tahun ke
               depan akan terus membantu peningkatan remitansi kepada negara melalui
               penempatan PMI berkualitas, kompeten dan memiliki daya saing yang tinggi,"
               tutupnya.




                                                      Page 128 of 135.
   124   125   126   127   128   129   130   131   132   133   134