Page 126 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 126
Menurut Siti Aisyah, mantan karyawan Tyfountex hanya menuntut hak agar
pesangon dibayarkan sesuai perjanjian. Sebab ada indikasi perusahaan akan
mangkir membayar kewajibannya. Tersendatnya pembayaran pesangon ini juga
diikuti dengan upaya pihak menejemen meminta toleransi hingga 60 kali angsur.
"Kami sudah pernah protes dengan cara unjuk rasa ke perusahaan untuk menolak
usulan 60 kali itu," imbuhnya.
Mantan karyawan ini hanya meminta dipertemukan dengan menejemen perusahaan
untuk menuntut kejelasan haknya.
Hal senada juga disampaikan Sriyati, mantan karyawan bagian pemintalan, dia
mengaku telah bekerja lebih dari 30 tahun dan dipensiundinikan. Nasib pesangon
tersendat tidak dibayar padahal harus membayar cicilan kebutuhan hidup. Merasa
keberatan dengan upaya perusahaan mengulur pembayaran pesangon.
"Nasib yang jelas diberhentikan saja dipelakukan seperti ini, apalagi yang hanya
dirumahkan. Jumlah mereka malah lebih banyak lagi," ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Sukoharjo,
Bakhtiyar Zunan menyampaikan bahwa dari hasil mediasi pertama, disepakati
bahwa pada Kamis (14/11) mendatang perwakilan mantan karyawan akan
dipertemukan dengan manejemen perusahaan, yakni 60 orang perwakilan mantan
karyawan, serikat buruh dan perusahaan dipertemukan pada mediasi kedua.
"Kami undang perwakilan pekerja saja, boleh didampingi kuasa hukum dan dari
pihak perusahaan untuk menuntaskan permasalahan ini," katanya.
Page 125 of 135.

