Page 131 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 NOVEMBER 2019
P. 131
Kegentingan yang tersirat dalam update outlook ekonomi dunia kuartalan
meramalkan ekonomi dunia pada tahun ini hanya akan menyentuh 3,2% atau turun
jika dibandingkan proyeksi April yang masih 3,3%.
Sementara itu untuk 2020, IMF (Dana Moneter Internaisonal) meramalkan ekonomi
dunia akan tumbuh 3,5%, lebih rendah dibandingkan proyeksi sebelumnya yang
3,6%.
Ayub menjelaskan, kelambanan pertumbuhan ekonomi dunia ini juga akan berimbas
kepada Indonesia yang salah satunya ialah dalam hal penciptaan lapangan kerja di
dalam negeri.
Apalagi Indonesia juga mendapatkan bonus demografi yang diprediksi akan terjadi
pada 10 tahun ke depan. Diprediksi jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) pada
2020-2030 akan mencapai 70%, sedangkan 30% adalah penduduk dengan usia
non-produktif (di bawah 15 tahun dan diatas 65 tahun).
Bila dilihat dari jumlahnya, penduduk usia produktif mencapai sekitar 180 juta,
sementara penduduk non-produktif hanya 60 juta.
Karena itu, lanjut Ayub tidak ada pilihan lain kecuali Apjati akan mendorong
penyiapan PMI yang terampil dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan para
pengguna di luar negeri.
Kami memahami bahwa pidato Presiden Jokowi tentang perlunya bangsa ini
menyiapkan agenda sumber daya manusia (SDM) unggul untuk bisa bersaing
dengan negara-negara lain itu memang merupakan agenda yang kita persiapkan
untuk 5 tahun ke depan.
Negeri Filipina, kata Ayub, mengandalkan pemasukan utama dari sektor pekerja
migran yang memiliki kompetensi tinggi. Padahal, jumlah penduduknya lebih kecil
dari Indonesia tetapi nilai remitansinya setahun US$24 miliar.
Ayub menambahkan, peningkatan remitansi ini berkaitan dengan PMI yang terampil,
bersertifikat, memiliki kemampuan bahasa di negara penempatan, termasuk mampu
berbahasa Inggris merupkan bonus utama bagi PMI.
Apjati memahami, bahwa sumber pemasukan dari bahan baku fosil tentu suatu saat
akan habis. Karena itu, Apjati bersama stakeholder terkait terus mendorong
pengembangan kompetensi PMI agar memiliki daya saya tinggi.
Asumsinya, dengan dengan jumlah penempatan PMI yang besar seharusnya
remitansi yang dihasilkan juga besar.
Pada saat bersamaan, lanjut Ayub, Apjati juga terus melakukan peningkatan kualitas
PMI melalui Sistem Penempatan Satu Kanal (SPSK) ke Arab Saudi yang sudah
Page 130 of 135.

