Page 55 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 SEPTEMBER 2019
P. 55
Title ATURAN UNTUK PEKERJA ALIH DAYA MESTI DIPERJELAS
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 16 September 2019
https://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2019/09/16/aturan-untuk-pe kerja-alih-
Page/URL
daya-mesti-diperjelas
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Penerapan alih daya (outsourcing) menjadi dilema pada praktik ketenagakerjaan. Di
satu sisi, alih daya menjadi strategi perusahaan menghadapi persaingan usaha. Di
sisi lainnya, praktik ini telah menghilangkan tanggung jawab sosial perusahaan.
"Dilema inilah yang menyebabkan sampai saat ini terjadi perdebatan di sekitar
pelaksaan outsourcing," kata Prof. Dr. Rr. Catharina Dewi Wulansari, Ph.D saat
menyampaikan orasi ilmiahnya pada Dies Natalis ke-61 Fakultas Hukum Universitas
Katolik Parahyangan berjudul "Outsorcing: Dilema Antara Strategi Peningkatan
Profitabilitas dan Tanggung Jawab Sosial", di Aula Fakultas Hukum Unpar, Jalan
Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin 16 September 2019.
Praktik alih daya di Indonesia berkembang pesat. Menurut Outsourcing Association
(OA) atau Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (ABADI), sepanjang 2015 pasar bisnis
ini secara keseluruhan mencapai Rp 39,5 triliun. Tahun 2013 nilainya hanya Rp
16,96 triliun, meningkat menjadi Rp 17,15 triliun pada 2014. Pada masa mendatang
kenaikannya diprediksi sebesar 130,32 persen. Tingginya kenaikan itu seiring
dengan meningkatnya bisnis alih data di dunia yang mencapai 970 miliar dolar
Amerika Serikat atau sekitar Rp 9.215 triliun.
Alih daya menjadi konsep bisnis yang banyak diterapkan di ASEAN. Di bawah
konsep integritas ekonomi, konsep ini diyakini mampu meningkatkan keunggulan
Page 54 of 86.

