Page 27 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 OKTOBER 2021
P. 27

Kemudian 6,5 persen responden menjawab, kualitas instruktur pelatihan yang baik dan 4,8
              persen lainnya beralasan reputasi lembaga pelatihan yang baik.

              Sisanya, ada yang mengatakan bahwa memilih pelatihan tertentu dengan alasan reputasi
              platform digital yang baik (3,3 persen), menambah wawasan/keterampilan (2,8 persen) dan
              sesuai kebutuhan/minat (2,5 persen).

              Merujuk survei yang sama, pengalaman peserta yang sudah mengikuti program Kartu Prakerja
              juga tergambar. Sebagian besar peserta mengatakan, setelah mengikuti pelatihan Kartu
              Prakerja, pengetahuan dan keterampilan mereka menjadi meningkat.

              Selain itu, mereka juga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih baik dibandingkan
              sebelumnya.

              Selain peningkatan kompetensi, program Kartu Prakerja juga terbukti membantu para peserta
              menjalankan wirausahanya.

              Masih tergambar dari survei CSIS, dari 2.000 penerima program di penjuru Indonesia yang
              menjadi responden, 42,4 persen di antaranya mengaku menggunakan insentif Kartu Prakerja
              untuk modal usaha.

              Angka itu pun dapat diurai kembali. Dari 42,2 persen, hampir setengahnya (47,7 persen)
              menggunakan insentif Kartu Prakerja untuk membeli barang dan menjualnya kembali.

              Sebanyak 29,2 persen lainnya membeli bahan untuk produksi. Contohnya, membeli tepung
              untuk membuat roti yang akan dijual.

              Sebanyak 10,1 persen menggunakan insentif untuk membeli alat produksi; 7,2 persen untuk
              menambah jenis produk/jasa; 5,1 persen membayar biaya operasional usaha yang sudah
              berjalan dan 0,7 persen membayar sewa untuk usaha.

              Temuan lain yang tidak kalah penting adalah soal pengurangan angka pengangguran.

              Temuan ini terungkap dalam survei yang digelar Cyrus Network pada 1 hingga 5 Mei 2021.
              Populasi yang disurvei adalah seluruh penerima program Kartu Prakerja dari gelombang 1
              hingga gekombang 11, yang diambil sampel secara acak sebanyak 2.000 responden
              menggunakan metode simple random sampling.

              Status responden sebelum mengikuti program pelatihan Kartu Prakerja, yakni 56 persen belum
              bekerja, 31,4 persen bekerja, dan 12,6 persen berwirausaha.

              Setelah mengikuti program pelatihan, jumlah yang belum bekerja turun menjadi 39,85 persen,
              yang bekerja naik menjadi 34,6 persen, dan yang berwirausaha naik menjadi 25,6 persen.

              Artinya, selain meningkatkan kompetensi, Kartu Prakerja juga membantu menjalankan roda
              usaha yang sudah dijalankan sekaligus mengurangi angka pengangguran di Tanah Air.

              Atas seluruh pencapaian itu, tidak heran bila program Kartu Prakerja mendapatkan apresiasi
              positif, baik dari kalangan penerima maupun dari perspektif masyarakat umum.



                                                           26
   22   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32