Page 69 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 69
Sedangkan Andi Taufan Garuda Putra yang dalam catatan LHKPN KPK memiliki total
harta senilai Rp531,523 miliar tersebut mundur setelah kontroversi untuk surat bagi
seluruh camat di Indonesia agar mendukung program "Kerja Sama sebagai Relawan
Desa Lawan COVID-19" yang dikerjakan perusahaan miliknya Amartha Mikro Fintek
(Amartha).
Surat bernomor 003/S-SKP-ATGP/IV/2020 tertanggal 1 April 2020 dengan kop
garuda pancasila yang dilengkapi tulisan "Sekretariat Kabinet Republik Indonesia"
yang ditujukan kepada para camat di seluruh wilayah Indonesia. Perihal dalam surat
itu adalah Kerja Sama sebagai Relawan Desa Lawan COVID-19.
Dalam surat itu disebutkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan
Transmigrasi menginisiasi program Relawan Desa Lawan COVID-19 sudah
melakukan kerja sama dengan PT Amartha Mikro Fintek (Amartha) dalam
menjalankan program tersebut di area Jawa, Sulawesi dan Sumatera. Andi Taufan
adalah pendiri sekaligus CEO Amartha hingga saat ini.
Cakupan komitmen bantuan yang akan diberikan Amartha adalah (1) edukasi
COVID-19 yaitu petugas lapangan Amartha akan berperan aktif memberikan edukasi
kepada masyarakat desa khususnya mitra Amartha meliputi tahapan gejala, cara
penularan, pencegahan COVID-19 dan (2) Pendataan kebutuhan alat pelindung diri
(APD) Puskesmas "Kami mohon bantuan bapak/ibu beserta para perangkat desa
terkait dapat mendukung pelaksanaan program kerja sama ini agar berjalan baik
dan efektif," demikian disebutkan Andi Taufan dalam surat tersebut.
Andi pun lalu menarik surat tersebut selang 2 minggu dari penerbitan surat atau 14
April 2020.
"Saya mohon maaf atas hal ini dan menarik kembali surat tersebut," kata Andi
dalam keterangan tertulis Andi mengaku surat tersebut bersifat pemberitahuan
dukungan kepada program Desa Lawan COVID-19 yang diinisiasi oleh Kementerian
Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Andi bermaksud ingin
berbuat baik dan bergerak cepat untuk membantu mencegah dan menanggulangi
COVID-19 di desa, melalui dukungan secara langsung oleh tim lapangan Amartha
yang berada di bawah kepemimpinannya.
Pengunduran dirinya sebagai stafsus, menurut Andi Taufan adalah karena ingin
mengabdi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama yang menjalankan
usaha mikro dan kceil.
Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes
PDTT) melaporkan 20.708 desa telah membentuk Tim Desa Lawan COVID-19.
Pembentukan tim tersebut mengacu pada Surat Edaran No 8 Tahun 2020 tentang
Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa.
Terdapat 558.205 relawan Desa Lawan COVID-19 untuk mengerjakan program
tersebut dengan menggunakan danda desa sebesar Rp586 miliar.
Page 68 of 254.

