Page 72 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 APRIL 2020
P. 72

"Berat kalau memang, tapi bila ingin dikenang sebagai contoh oleh teman-teman
               milenial, mereka harus bikin deklarasi benturan kepentingan bahwa diri pribadi
               mereka dan perusahaan mereka tidak akan mendapat keuntungan dari proyek
               negara karena konflik kepentingan adalah satu tangga terakhir sebelum perbuatan
               korupsi," tambah Laode.

               Namun ia pun menghargai pengunduran diri Belva dan Andi Taufan.

               "Contohnya Andi Taufan menyurati camat agar kalau bisa dibantu, ini adalah
               'conflict of interest'. Saya hargai pengundurkan diri mereka termasuk Belva, tapi
               jangan-jangan anak-anak muda sudah teracuni kepalanya dengan 'conflict of
               intererst', ternyata milenial dan kolonial sama saja sifatnya kalau sudah uang lupa
               semuanya," tegas Laode.

               Pelajaran kedua menurut peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia
               Ramadhana mengatakan publik tidak tahu apa fungsi sebenarnya 14 orang stafsus
               Presiden.

               "Saya tidak tahu apa fungsi 14 orang ini memberikan rekomendasi apa, jadi lebih
               baik saran yang mereka berikan ke Presiden juga diberikan ke publik untuk
               mengukur kualitas stafsus itu. Kalau tidak bisa memberikan 'advice' ya buang-buang
               duit saja membayar mereka di sekitar Presiden," kata Kurnia.

               Ia berharap tidak ada lagi stafsus yang diangkat hanya sebagai "gimmick" politik.

               "Ini jugajadi evaluasi bagi Presiden Jokowi agar tidak sembarangan mengangkat
               stafsus karena 'gimmick' milenial hancur karena pengangkatan dan tindakan 2 orang
               stafsus tersebut," tambah Kurnia.

               Pelajaran ketiga adalah makin samarnya ruang publik dan privat dalam diri pejabat
               negara malah membawa kondisi Indonesia pada lampau, misalnya pada masa Orde
               Baru di bawah pemerintahan Presiden Soeharto.

               Michale Backman (1999) dalam bukunya berjudul "Asian eclipse: Exposing The Dark
               Side of Business in Asia" pernah menyebutkan klan Soeharto terdiri atas 17
               anggota: enam orang anaknya, enam menantunya, dua orang cucu, satu orang
               saudara menantunya, seorang sepupu dan seorang saudara tiri. Seluruhnya aktif
               terlibat dalam bisnis dan mendapat keuntungan pada masa 32 tahun pemerintahan
               Soeharto karena mereka mendapat monopoli atau semi-monopoli untuk impor,
               manufaktur dan distribusi berbagai produk.

               Karena kedekatan dengan penguasa saat itu maka pengusaha-pengusaha
               menikmati akses monopoli ke sektor publik. Apakah masyarakat Indonesia ingin
               kembali ke masa tersebut? Namun bagaimana membawa pelajaran-pelajaran ini ke
               tataran pratik nyata? Sejarawan Yuval Noah Harari (2018) dalam bukunya "21
               Lessons for the 21st Century" mengaku bahwa dirinya saat mendiskusikan isu global
               selalu berada dalam sudut pandang kaum elit global yang memiliki keistimewaan



                                                       Page 71 of 254.
   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76   77