Page 42 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 4 SEPTEMBER 2019
P. 42
Title TUNTUTAN BURUH DI MALANG: SOAL OUTSOURCING HINGGA MENOLAK NAIKNYA BPJS
Media Name kumparan.com
Pub. Date 03 September 2019
https://kumparan.com/tugumalang/tuntutan-buruh-di-malang-soal-outsourc ing-hingga-
Page/URL
menolak-naiknya-bpjs-1rn8ikAa3WP
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Sekitar 200 buruh yang tergabung dalam Solidaritas Perjuangan Buruh Indonesia
(SPBI) menolak rencana revisi Undang-Undang No 13 tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan. Mereka menggelar aksi di depan kantor Balai Kota Malang dan
gedung DPRD Kota Malang Selasa siang (3/9/2019).
Mereka menolak terkait beberapa pasal yang terdapat di draft rencana revisi UU
Ketenagakerjaan, salah satunya adalah terkait buruh lepas atau
outsource."Penolakan yang pertama adalah terkait pembebasan tentang kontrak.
Kalau hari ini untuk pasal 59 masih sebatas pekerjaan tertentu saja yang bisa
dikontrak, namun untuk yang akan datang seluruh pekerjaan bisa dikontrak secara
bebas," ucap Misdi, koordinator aksi pada awak media Selasa siang (3/9/2019).
Ia membeberkan bahwa hal itu sangat merugikan lantaran jika nantinya semua
perusahaan bisa menggunakan sistem outsource, maka para buruh itu bisa diputus
kontrak sewaktu-waktu.
Selain itu, masih masalah UU yang sama, mereka juga mempermasalahkan terkait
pesangon. "Yang kedua kami menolak terkait revisi tentang penghapusan pesangon
di mana sampai saat ini Pemerintah masih mau menghapus terkait pesangon,"
terangnya.
Untuk diketahui, berdasar dari draft yang menyebar di media sosial, terkait
pesangon itu dirubah kalimatnya dari UU sebelumnya. Jika sebelumnya
"Penghitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 paling sedikit
sebagai berikut," diubah menjadi "...paling banyak." Namun, sebelumnya, Menteri
Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri sudah membantah bahwa informasi tersebut adalah
hoaks.
Selain terkait rencana revisi UU Ketenagakerjaan, pihaknya juga
mempermasalahkan terkait rencana kenaikan tarif BPJS. "Kenaikan BPJS di mana itu
merupakan hal yang sangat krusial terutama masyarakat bawah dalam hal ini
buruh. Karena hingga hari ini katakanlah di kota Malang ada 900 lebih perusahaan,
Page 41 of 76.

