Page 91 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 14 MARET 2019
P. 91
Sebelumnya, BPJS Ketenagakerjaan siap mengeluarkan anggaran sebesar Rp 294
miliar untuk membuat program pelatihan vokasional atau vocational training pada
2019.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, pelatihan itu
ditujukan bagi para peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk berbagai kategori, salah
satunya yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
"Ini akan kita berikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang mengalami PHK,
yang tidak bekerja lagi karena kontraknya habis, yang bekerja di luar negeri (TKI)
akan bekerja di Indonesia, kemudian yang mengalami cacat atau membutuhkan
peningkatan skill," urainya di Insitut BPJS Ketenagakerjaan, Bogor, Rabu 13 Maret
2019.
"Training ini akan kita berikan dalam bentuk job shifting, dari keahlian satu ke
keahlian yang lain, atau reskilling. Keahliannya kita tingkatkan," dia menambahkan.
Pelaksanaan vocational training ini disebutkannya akan dilaksanakan secara
multiyears dengan target peserta sebanyak 20 ribu orang. Target tersebut
ditetapkan berdasarkan kemampuan anggaran perseroan, yakni sebesar Rp 294
miliar.
"(Angka 20 ribu peserta) itu dari data kemampuan anggaran kita. Anggarannya Rp
294 miliar, hampir Rp 300 miliar," tutur dia.
Agus menyatakan, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan apa yang dilatihnya bisa
terserap oleh kebutuhan industri. Oleh karena itu, ia mengajak perusahaan besar
untuk berpartisipasi dalam program ini.
"Oleh karena itu kita mengajak seluruh mitra pemberi kerja kita, terutama
perusahaan-perusahaan besar, kita ingin membangun kolaborasi dengan mereka.
Kita ingin apa yang kita latih itu bisa terserap di industri," pungkas dia.
Page 90 of 136.

