Page 136 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 136

kepada Kontan.co.id, Senin (11/11).


               Firman mengungkapkan Aprisindo akan meminta supaya sektor padat karya

               berorientasi ekspor tidak dikenakan UMSK. Sebab di negara lain seperti Vietnam,

               ekspornya mampu bergairah karena ditopang UMSK yang tumbuhnya tidak sedrastis
               di Indonesia.



               Melansir data yang dilampirkan Aprisindo, dalam kurun waktu lima tahun terakhir,
               upah minimum di Indonesia merupakan yang paling tinggi jika dibandingkan dengan

               China dan Vietnam.



               Kenaikan upah minimum Indonesia dalam lima tahun terakhir sebesar 37,95%
               dibandingkan dengan China hanya 17,5% dan Vietnam sebesar 26%.



               Firman menyampaikan penetapan UMSK dilakukan berdasarkan kesepakatan antara

               serikat dan asosiasi sehingga acapkali prosedur ini mengganggu hubungan antara
               perusahaan dan pekerja.



               Pada 2019, industri alas kaki tengah mengalami tekanan dari luar maupun dari
               dalam yang mengganggu pasar ekspor dan dalam negeri. Sehingga dengan

               penambahan beban UMSK berdampak pada tekanan yang semakin besar.


               Kondisi industri alas kaki untuk pasar ekspor pada 2019 sejak Januari sampai

               Agustus mengalami penurunan sebesar 12,8% yoy atau US$ 2,2 miliar dibanding

               pada periode yang sama tahun lalu yakni sebesar US$ 2,5 miliar.


               Firman menjelaskan penurunan tersebut didominasi ekspor yang lesu dari industri

               yang berada di Jabodetabek. Walaupun ekspor dari pelabuhan Semarang

               mengalami peningkatan, belum mampu menopang tekanan yang terjadi di kawasan

               metropolitan.






                                                      Page 135 of 193.
   131   132   133   134   135   136   137   138   139   140   141