Page 178 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 178
masalah bisa secepatnya terselesaikan," ujarnya.
Ketua Serikat Pekerja PT Tyfountex Aris mengatakan, ada 1.100 karyawan PT
Tyfountex terkena PHK. Semua karyawan tetap sepakat satu suara menuntut
perusahaan segera membayar pesangon sesuai kesepakatan yang sudah
ditandatangani. Isi surat tersebut diantaranya pembayaran pesangon dilakukan
setiap akhir bukan sebesar satu kali gaji diangsur pihak perusahaan selama 30 kali
atau bulan. Karyawan menolak adanya rencana perusahaan melakukan pembayaran
pesangon mundur menjadi 60 kali atau bulan. Penolakan juga dilakukan mengenai
besaran pembayaran pesangon diangsur sebesar 50 persen setiap bulan mulai 22
November. Tuntutan 1.100 karyawan PT Tyfountex terkena PHK sudah final dan
harus dipenuhi pihak perusahaan. Sebab uang pesangon sangat dinanti dan
diharapkan karyawan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Karyawan juga menuntut agar tunggakan pembayaran pesangon bulan September
dan Oktober segera dibayar. Sebab sekarang sudah masuk bulan ketiga atau
November namun karyawan belum menerima pembayaran uang pesangon.
"Karyawan menolak keras pembayaran uang pesangon mundur menjadi 60 kali atau
bulan tapi tetap sesuai kesepakatan awal 30 kali atau bulan. Pesangon juga dibayar
penuh dan tidak diangsur separuh atau 50 persen saja," ujarnya.
Anggota serikat pekerja PT Tyfountex Sumarno mengatakan, kondisi 1.100
karyawan PT Tyfountex terkena PHK sekarang sangat berharap uang pesangon
segera dibayarkan pihak perusahaan. Sebab karyawan sekarang sangat
membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus modal kerja.
"Kalau terlalu lama dibayar apalagi pembayarannya diangsur separuh saja maka
semakin besar beban hidup 1.100 karyawan terkena PHK. Sebab sekarang usia
mereka sudah tua dan tidak memiliki pekerjaan sebagai sumber penghasilan,"
ujarnya.
Page 177 of 193.

