Page 42 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 42

Title          DUA PENYEBAB PABRIK SEPATU DI BANTEN RAMAI-RAMAI PINDAH KE JATENG
               Media Name     bisnis.com
               Pub. Date      14 November 2019
                              https://ekonomi.bisnis.com/read/20191114/257/1170207/dua-penyebab-pabr ik-sepatu-
               Page/URL
                              di-banten-ramai-ramai-pindah-ke-jateng
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative







               JAKARTA - Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman

               Bakri Anom menyampaikan bahwa sejumlah industri sepatu di Banten melakukan
               proses relokasi pabrik di beberapa daerah di Jawa Tengah dengan alasan tidak

               mampu bertahan karena tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK) dan kewajiban

               membayar Upah Minimum Sektoral (UMSK).


               "Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang memberatkan adalah UMK

               plus UMSK, di mana untuk alas kaki di Banten itu, selain kita diminta memenuhi

               UMK, kita ditambah lagi beban UMSK yang jumlahnya variatif Rp50.000-Rp100.000
               per orang per bulan. Bayangkan kalau ada 50.000 pekerja," kata Firman dihubungi

               di Jakarta, Kamis (14/11/2019).


               Firman memaparkan industri sepatu di Banten harus membayar Rp4,1

               juta/orang/bulan untuk memenuhi kewajiban UMK dan UMSK. Sementara, di Jawa

               Tengah, UMK saat ini masih di bawah Rp2 juta per bulan.


               "Jadi, saat ini sudah ada 25 pabrik yang mulai investasi di Jawa Tengah dan

               sebagian besar ini berasal dari Banten. Mereka menanamkan investasinya ke

               berbagai daerah seperti Majalengka, Cirebon, Brebes, hingga Temanggung dan

               Salatiga," ungkap Firman.


               Dengan demikian, pabrik-pabrik tersebut memasuki masa transisi, di mana pabrik di

               Jawa Tengah mulai melakukan perekrutan 1.000-2.000 pekerja pada tahap awal,





                                                       Page 41 of 193.
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47