Page 40 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 40

Dengan demikian, pabrik-pabrik tersebut memasuki masa transisi, di mana pabrik di

               Jawa Tengah mulai melakukan perekrutan 1.000-2.000 pekerja pada tahap awal,
               sementara pabrik di Banten mulai dikurangi jumlah karyawannya. Selagi melakukan

               perekrutan pekerja di Jawa Tengah, Firman menyampaikan bahwa pabrik-pabrik

               tersebut juga tengah melihat kondisi usaha di Banten.


               "Kalau memang semakin tidak menguntungkan, ya proses utamanya di Banten akan

               digeser ke Jawa Tengah dan yang di Banten semakin lama semakin kecil. Karena
               relokasi ini membuat kapasitas produksi pabrik tetap," tukas Firman.



               Firman meyakini relokasi yang dilakukan dapat membuat industri alas kaki semakin

               lebih efisien, sehingga ongkos produksi bisa dipangkas, yang pada akhirnya harga
               produk yang dihasilkan bisa turun dan lebih kompetitif.



               Kendati demikian, pelaku industri juga masih menghadapi beberapa kendala di Jawa

               Tengah, di antaranya adalah soal ketersediaan tenaga kerja yang terampil, sehingga
               perusahaan masih perlu memberi pelatihan keterampilan hingga melatih untuk

               beradaptasi dengan kultur perusahaan untuk para calon pekerja.


               "Tetapi, terlepas dari tantangan itu, anggota-anggota kita masih melihat tidak ada

               cara lain untuk bisa survive selain efisiensi. Salah satu efisiensi yang paling bisa

               diraih adalah relokasi mencari beban SDM yang lebih kompetitif," ungkapnya.


               Firman menyampaikan bahwa industri alas kaki Indonesia yang padat karya telah

               menjadi bagian dari rantai pasok global, sehingga mau tidak mau harus bersaing

               secara global.


               Pesaing Indonesia saat ini adalah Vietnam, China, dan Kamboja, yang mulai

               menunjukkan eksistensinya saat ini. Untuk itu, lanjut Firman, industri alas kaki

               nasional perlu melakukan efisiensi untuk tetap mempertahankan daya saingnya.
               Pewarta: Sella Panduarsa Gareta Editor: Risbiani Fardaniah COPYRIGHT (c)2019 .





                                                       Page 39 of 193.
   35   36   37   38   39   40   41   42   43   44   45