Page 39 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 NOVEMBER 2019
P. 39
Title INDUSTRI SEPATU DI BANTEN RELOKASI KE JAWA TENGAH, INI ALASANNYA
Media Name antaranews.com
Pub. Date 14 November 2019
https://www.antaranews.com/berita/1162403/industri-sepatu-di-banten-re lokasi-ke-
Page/URL
jawa-tengah-ini-alasannya
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang memberatkan adalah UMK
plus UMSK Jakarta - Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo)
Firman Bakri Anom menyampaikan bahwa sejumlah industri sepatu di Banten
melakukan proses relokasi pabrik di beberapa daerah di Jawa Tengah dengan
alasan tidak mampu bertahan karena tingginya Upah Minimum Kabupaten (UMK)
dan kewajiban membayar Upah Minimum Sektoral (UMSK).
"Banten dirasa sudah kurang kompetitif, salah satu yang memberatkan adalah UMK
plus UMSK, di mana untuk alas kaki di Banten itu, selain kita diminta memenuhi
UMK, kita ditambah lagi beban UMSK yang jumlahnya variatif Rp50.000-Rp100.000
per orang per bulan. Bayangkan kalau ada 50.000 pekerja," kata Firman dihubungi
di Jakarta, Kamis.
Firman memaparkan industri sepatu di Banten harus membayar Rp4,1
juta/orang/bulan untuk memenuhi kewajiban UMK dan UMSK. Sementara di Jawa
Tengah, UMK saat ini masih di bawah Rp2 juta per bulan.
"Jadi, saat ini sudah ada 25 pabrik yang mulai investasi di Jawa Tengah dan
sebagian besar ini berasal dari Banten. Mereka menanamkan investasinya ke
berbagai daerah seperti Majalengka, Cirebon, Brebes, hingga Temanggung dan
Salatiga," ungkap Firman.
Page 38 of 193.

