Page 125 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 125
Dia mengatakan, pemerintah harus tegas membatasi pergerakan warga negara
asing yang akan masuk ke Indonesia, tanpa terkecuali. Sebagaimana pemerintah
memberlakukan pembatasan ruang gerak masyarakat, termasuk melarang
perjalanan mudik lebaran.
Pengajar di Universitas Airlangga ini menambahkan bahwa terlepas dari para TKA
China telah dinyatakan memenuhi persyaratan yang diberlakukan oleh Kementerian
ketenagakerjaan, alangkah eloknya jika pemerintah pusat menunda kedatangan
pekerja asing terlebih dahulu.
"Ini tidak tepat waktunya, ketika mobilisasi orang dibatasi tapi otoritas justru
mendatangkan warga negara asing," lanjut dia.
Untuk itu, pemerintah pusat harusnya lebih sensitif dalam memutuskan sebuah
kebijakan agar tidak menimbulkan polemik ditengah masyarakat. Salat satunya
dengan mempertimbangkan perasaan masyarakat khususnya yang terdampak
pandemi ini.
Terlebih, kondisi ekonomi masyarakat tengah sulit setelah sebagian diantaranya
mengalami penurunan pendapatan hingga kehilangan mata pencaharian. Akibat
meluasnya pandemi virus corona yang membuat kelangsungan usaha di Indonesia
menjadi terganggu.
Menimbang Untung Rugi Kedatangan 500 TKA Asal China ke Sultra Saat Pandemi
Covid-19
Sebelumnya, Sebanyak 500 TKA asal China rencananya akan masuk di wilayah
Sulawesi Tenggara, melalui Bandara Halu Oleo Kendari, pada Selasa 3 Mei 2020.
Agenda ini dianggap kontroversi karena masih pada masa pandemi Covid-19 yang
ikut melanda dan membuat panik warga Sulawesi Tenggara.
Rencana ini langsung mendapat tanggapan dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali
Mazi. Dia menyatakan keberatan dengan kedatangan sebanyak 500 TKA di Sultra.
"Jumlah 49 TKA saja yang kemarin itu masuk di Sultra, sudah mendapatkan banyak
kritikan dari masyarakat," ujar Ali Mazi.
Ketua DPRD Sultra, Abdurrahman Shaleh bersikap lebih keras lagi. Dia menyatakan,
jika benar TKA sebanyak ini akan masuk di wilayah Sultra melalui bandara, maka dia
akan memimpin aksi protes massa.
"Saya akan pimpin demonstrasi ketika intelijen saya menyatakan mereka datang di
sini," ujar politikus PAN itu.
Seorang anggota DPRD lainnya, Sudirman menyatakan dengan tegas, menolak
mentah-mentah kedatangan TKA di wilayah Sultra. Menurutnya, fraksi Partai
Keadilan Sejahtera (PKS) berbeda, ketika yang lain menyatakan menunda maka
pihaknya langsung menolak.
Page 124 of 184.

