Page 123 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 06 MEI 2020
P. 123
Title PEMERINTAH TUNDA KEDATANGAN 500 TKA HINGGA PANDEMI COVID-19 USAI
Media Name kompas.com
Pub. Date 05 Mei 2020
https://money.kompas.com/read/2020/05/05/123700026/pemerintah-tunda-ke
Page/URL
datangan-500-tka-hingga-pandemi-covid-19-usai
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
JAKARTA, - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan ( Kemenaker )
memutuskan menunda rencana kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal
China ke Konawe, Sulawesi Tenggara. Penundaan kedatangan TKA China tersebut
dilakukan hingga masa pandemi Covid-19 usai dan dinyatakan aman.
Kepala Biro Humas Kemnaker R Soes Hindharno mengatakan, Menteri
Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah menginstruksikan kepada Plt Dirjen Binapenta
Aris Wahyudi untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat terkait
merebaknya polemik rencana kedatangan TKA China.
Menurut dia, penundaan ini telah memperhatikan usulan dan aspirasi yang
berkembang terkait rencana kedatangan 500 TKA China ke Konawe, khususnya
pandangan Gubernur Sulawesi Tenggara dan Ketua DPRD Sulawesi Tenggara yang
telah disampaikan melalui surat resmi.
"Kita putuskan untuk menunda rencana kedatangan 500 TKA sebagai upaya
memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19. Selanjutnya kita akan terus
berkoordinasi dengan gubernur dan ketua DPRD provinsi terkait hal tersebut," ujar
Soes dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).
Soes menjelaskan, Kemenaker telah memerintahkan PT Virtue Dragon Nickel
Industry dan PT Obsidian Stainless Steel yang berencana mendatangkan 500 TKA
asal China ke Konawe untuk menunda rencana kedatangannya.
"Pemerintah berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir sehingga situasi
ekonomi dapat segera pulih dan kesempatan kerja semakin terbuka," ucapnya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 500 TKA asal China akan masuk di wilayah
Sulawesi Tenggara secara bertahap pekan ini. Mereka rencananya bekerja di PT
Virtue Dragon Nickel Industry dan PT Obsidian Stainless Steel di Sulawesi Tenggara.
Kedatangan para TKA asal China tersebut telah disetujui oleh pemerintah pusat.
Namun, di daerah, kedatangan para TKA ditolak oleh Gubernur Sultra dan Forum
Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra, termasuk DPRD Sultra, Danrem, Kapolda, dan
pihak Imigrasi. Penolakan dilakukan karena bertentangan dengan keadaan
masyarakat Sultra yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19..
Page 122 of 184.

