Page 152 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 152
"Soal besaran 7 persen atau berapa itu, itu mengacu pada aturan mana, dasarnya apa. Terus
terang kami tidak tahu dasarnya apa," katanya dalam konferensi pers daring soal pengupahan
dikutip dari Antara, Selasa (2/11/2021).
Penetapan UMK 2022 dipastikan akan mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun
2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang
Pengupahan.
Hariyadi menuturkan jika dilihat dari ketentuan yang mengatur besaran upah sebelum adanya
kedua aturan tersebut, ada ketentuan soal Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang diatur dalam
Peraturan Menaker Nomor 18 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomor 21 Tahun 2016 tentang Kebutuhan Hidup Layak.
"Karena sudah ada UU Cipta Kerja dan PP 36/2021, tentu Permenaker 18/2020 itu tidak dipakai
lagi," katanya.
Hariyadi juga menjelaskan, jika mengacu pada aturan tersebut maka hasilnya tidak ada kenaikan
upah.
"Kami menguji, ada 64 komponen, untuk Jakarta saja, hasilnya KHL-nya di bawah upah
minimum. Tidak naik. Kita masukkan yang lain, wong inflasinya rendah, perekonomian juga
malah ngedrop," katanya.
Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) RI yang juga Ketua Bidang Organisasi,
Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah Apindo Adi Mahfudz, dalam kesempatan yang sama
menjelaskan pihaknya telah melakukan survei perhitungan upah minimum berdasarkan KHL di
empat pasar di Jakarta.
Berdasarkan uji petik di Pasar Senen, Pasar Koja, Pasar Cipinang, dan Pasar Sukapura, ditemukan
bahwa rata-rata upah minimum berdasarkan 64 komponen KHL sebesar Rp3.646.919.
"Ini bukan acuan atau dasar untuk menetapkan, ini cuma untuk menyeimbangkan data (KSPI)
saja," katanya.
Adi menyebut penetapan upah minimum akan diputuskan setelah data resmi dirilis BPS.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan, data yang
digunakan dalam menghitung UMP (Upah Minimum Provinsi) tidak hanya inflasi dan
pertumbuhan ekonomi tapi juga komponen kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan.
Kondisi ekonomi dan ketenagakerjaan yang dimaksud meliputi variabel paritas daya beli, tingkat
penyerapan tenaga kerja dan median upah.
151

