Page 196 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 196

BURUH TUNTUT KENAIKAN UPAH, PENGUSAHA INGATKAN GUBERNUR LIHAT UU
              CIPTAKER
              IDXChannel - Para buruh menuntut adanya kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah
              Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di 2022. Menurut pengusaha, tuntutan kenaikan upah harusnya
              melihat aturan yang ditentukan dalam Undang-Undang Cipta Kerja.

              Ketua  Umum  Asosiasi  Pengusaha  Indonesia  (Apindo)  Hariyadi  B.  Sukamdani  meminta  agar
              pemimpin  daerah  lainnya  agar  tetap  mengacu  pada  regulasi  yang  berlaku  saat  ini  dalam
              menetapkan  Upah  Minimum  Provinsi  (UMP)  atau  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  (UMK).
              Sebelumnya,  serikat  pekerja  dan  serikat  buruh  telah  menyuarakan  harapannya  terhadap
              penepatan UMK 2022.

              "Kiranya yang menetapkan UMP itu memang bapak Gubernur, kami sudah mewanti wanti baik
              di media maupun melalui kerjasama kami antar pemerintah, pengusaha maupun pekerja itu
              sendiri," kata Haryadi dalam video virtual, Selasa (2/11/2021).
              Dia meminta,UMK 2022 harus mengacu pada aturan yang berlaku saat ini yakni Undang-undang
              (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan turunannya di Peraturan Pemerintah (PP)
              Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

              "Karena peraturan pengupahan ini sudah diputuskan dalam bentuk formula dalam PP tersebut,
              maka kami berharap semua pihak mengikuti peraturan yang ada. Harapan kami bisa memberikan
              keteduhan bagi kita semua,"katanya.

              Di  menambahkan  minimum  sendiri  akan  diberlakukan  per  tanggal  1  Januari  pada  tahun
              berikutnya.  Saat  ini  Pemerintah  bersama  perwakilan  pengusaha  dan  pekerja  masih  terus
              membahas isu Upah Minimum bersama Dewan Pengupahan Nasional (Depenas).

              " Kita dalam kondisi pandemu covid-19, tentu dari sisi beberapa sektor usaha kita banyak yang
              terdampak,  untuk  menstabilkan  itu  kami  butuh  2-3  tahun  kedepan.  di  sisi  lain  kita  juga
              mempertahankan pengangguran juga banyak yang cari kerja," tandasnya. (RAMA)




































                                                           195
   191   192   193   194   195   196   197   198   199   200   201