Page 200 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 200

"Harus berdasarkan inflasi yang ada di provinsi masing-masing itupun year-on-year. Dalam artian
              dari September ke September dan kami juga masih menunggu ketetapan BPS," ujarnya dalam
              konferensi pers, Selasa (2/10).

              Selain  itu,  indikator  kenaikan  upah  lainnya  ialah  pertumbuhan  ekonomi.  Namun  lagi,  Apindo
              tengah menunggu rilis BPS terkait Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan demikian,
              penetapan upah minimum tahun depan akan diresmikan setelah rilis resmi BPS keluar.

              Adi yang juga merupakan Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) berharap BPS
              dapat  merilis  segera  data  tersebut  secara  terbuka.  Sehingga  tidak  ada  pihak-pihak  yang
              berasumsi dalam menentukan kenaikan upah buruh kali ini.

              "Dari serikat pekerja ingin kenaikan upah 7-10 persen, itu berdasarkan asumsi pasar sendiri.
              Seyogyanya  hal  tersebut  tidak  direkomendasikan  dalam  UU  Cipta  Kerja  maupun  PP
              Pengupahan," katanya.

              Ia  pun  berharap  federasi  pekerja  tidak  menentukan  kenaikan  upah  berdasarkan  Kebutuhan
              Hidup  Layak  (KHL).  Pasalnya,  kini  penetapan  upah  mengacu  pada  inflasi  dan  pertumbuhan
              ekonomi di daerah.

              Sebelumnya,  Konfederasi  Serikat  Pekerja  Indonesia  (KSPI)  berunjuk  rasa  untuk  menuntut
              kenaikan upah minimum serentak dilakukan di 24 provinsi pada Selasa (26/10).

              Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan aksi tersebut meminta agar pemerintah menaikkan upah
              sebesar 7-10 persen. Ini didasarkan pada survei hidup layak yang dilakukan KSPI. Ia mengatakan
              kenaikan ini diharapkan dapat menjaga daya beli buruh untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

              Selain  itu,  KSPI  menuntut  pemerintah  untuk  tetap  mengadakan  Upah  Minimum  Sektoral
              Kabupaten/Kota  (UMSK).  Kemudian,  buruh  menuntut  UU  Cipta  Kerja  untuk  dibatalkan  dan
              meminta Perjanjian Kerja Bersama (PKB) tanpa omnibus law.

              Jika  tuntutan  tersebut  tidak  diindahkan,  KSPI  mengancam  akan  menurunkan  masa  dengan
              jumlah yang lebih banyak dalam aksi mendatang.



































                                                           199
   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204   205