Page 221 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 221

BUKA SUARA SOAL UPAH PEKERJA, APINDO: KAMI MINTA PEMDA PATUH KEPADA
              PP 36/2021
              Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) buka suara soal isu penolakan buruh terkait mekanisme
              perhitungan besaran upah minimum provinsi (UMP) yang ramai belakangan.

              Ketua Umum APINDO, Hariyadi B. Sukamdani, menegaskan besaran UMP akan menyesuaikan
              Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Dalam hal ini, ia meminta
              para kepala daerah untuk mengikuti aturan tersebut.

              "Sesuai  dengan  UU  Cipta  Kerja  Nomor  11  Tahun  2020  yang  khusus  untuk  pengupahan
              turunannya adalah PP Nomor 36 Tahun 2021, upah sektoral ditiadakan, hanya ada UMP dan
              UMK (upah minimum kabupaten/kota). Melalui ini, kami berharap pemda mengikuti PP Nomor
              36, khususnya gubernur yang akan mengeluarkan UMP," kata Hariyadi dalam konferensi pers
              virtual, Selasa (2/11/2021).

              Lebih  lanjut,  ia  mengamini  masalah  pengupahan  memang  selalu  ada  tarik  menarik  dan
              ketidakpuasan dari berbagai pihak. Akan tetapi, ketentuan pengupahan ini sudah ditetapkan
              melalui formula yang tertuang pada PP Nomor 36 Tahun 2021.

              "Dan harapan kami, hal ini dapat membawa keteduhan ke semua pihak. Karena tidak pas kalau
              setiap  tahun  [pengupahan]  dipermasalahkan.  Karena  pada  kenyataannya,  masyarakat  yang
              membutuhkan pekerjaan masih sangat besar," tandasnya.

              Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Dewan Pengupahan Nasional (Depenas) RI yang
              juga Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Pemberdayaan Daerah APINDO Adi Mahfudz
              menilai median upah minimun di Indonesia suda terlanjur tinggi.

              "Median atau jenjang rata-rata upah minimum itu 0-2%. Di negara maju di bawah 0,6%. Adapun
              di Indonesia dan Filipina sudah di atas 1%," terang Adi.

              Menurutnya, hal ini tidak selaras dengan tujuan UU Cipta Kerja, yaitu mendatangkan investasi
              dan gairah serta pertumbuhan ekonomi yang diharapkan kian bertumbuh.

              Pada  kesempatan  itu  ia  juga  meminta  pihak  manapun  agar  tidak  mengintervensi  keputusan
              gubernur  dalam  menetapkan  upah  minimum.  "Dan  untuk  gubernur  mohon  menetapkan
              berdasarkan regulasi yang ada," pungkasnya.




























                                                           220
   216   217   218   219   220   221   222   223   224   225   226