Page 49 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 49
Judul Minta Kenaikan Upah Minimum 10 Persen, KSPI Tolak Penetapan
Mengacu PP 36
Nama Media tempo.co
Newstrend Upah Minimum 2022
Halaman/URL https://bisnis.tempo.co/read/1524108/minta-kenaikan-upah-minimum-
10-persen-kspi-tolak-penetapan-mengacu-pp-36
Jurnalis Bisnis.com
Tanggal 2021-11-03 04:16:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penetapan upah minimum provinsi atau
UMP 2022 yang mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
tentang Pengupahan yang menjadi turunan dari Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Cipta Kerja.
MINTA KENAIKAN UPAH MINIMUM 10 PERSEN, KSPI TOLAK PENETAPAN MENGACU
PP 36
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menolak penetapan upah minimum provinsi atau
UMP 2022 yang mengacu pada amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021
tentang Pengupahan yang menjadi turunan dari Undang Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang
Cipta Kerja. Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan, serikatnya tetap berpegang pada rumusan
pengupahan yang tertuang dalam Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan. Iqbal menuturkan, UU itu mengamanatkan penghitungan UMP berdasar pada
survei kebutuhan hidup layak atau KHL di tengah masyarakat.
“KSPI minta menggunakan KHL merujuk pada UU Nomor 13/2003, karena kita sedang
menggugat UU Cipta Kerja, sehingga PP Nomor 36/2021 tentang Pengupahan juga tidak boleh,”
kata Iqbal melalui sambungan telepon, Selasa, 2 November 2021.
UU Cipta Kerja yang tengah digugat itu, kata Iqbal, tidak dapat dijadikan instrumen penghitung
kenaikan UMP pada tahun depan. Alasannya, objek hukum yang ada pada UU itu belum memiliki
kekuatan hukum tetap atau inkrah. Lewat survei KHL itu, dia mengatakan, KSPI mendapatkan
nilai kenaikan UMP 2022 sebesar 7–10 persen. Menurut dia, harga sejumlah KHL pekerja, seperti
sewa rumah, transportasi, dan barang di pasar mengalami kenaikan yang signifikan selama
pandemi.
“Itemnya yang besar sewa rumah dan transportasi buruh, karena Covid-19 jadi tidak bisa naik
angkot, sekarang pakai Gojek. Jadinya mahal,” kata dia.
48

