Page 50 - KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 NOVEMBER 2021
P. 50

Seperti  diberitakan  sebelumnya,  Kementerian  Ketenagakerjaan  (Kemnaker)  memprediksi
              penetapan upah minimum tahun depan mengalami kenaikan. Hanya saja, Kemnaker memastikan
              kenaikan  itu  tidak  bakal  bergerak  signifikan  lantaran  terjadinya  gelombang  kedua  pandemic
              Covid-19 di pertengahan tahun ini.

              “Penetapan  upah  minimum  2022  secara  mayoritas  diprediksi  mengalami  kenaikan,  maupun
              belum bisa memenuhi ekspektasi para pihak. Hal tersebut harus diapresiasi sebagai langkah
              maju, mengingat kita masih dalam masa pemulihan dari dampak Covid-19,” Direktur Hubungan
              Kerja dan Pengupahan Kemnaker Dinar Titus Jogaswitani.

              Depenas  dan  LKS  Tripnas  juga  telah  mengadakan  pertemuan  pada  21–22  Oktober  2021  di
              Jakarta.  Persamuhan  itu  sepakat  untuk  mendorong  penetapan  upah  minimum  yang  sesuai
              dengan ketentuan PP Nomor 36/2021 tentang Pengupahan.

              “Bagi para pihak yang tidak puas, mereka bisa menggunakan mekanisme gugatan sesuai dengan
              ketentuan peraturan perundang-undangan,” tuturnya.
              Di sisi lain, persentase kenaikan upah minimum berpotensi lebih rendah dibandingkan dengan
              tahun-tahun sebelumnya, seiring dengan diterapkannya metode kalkulasi baru perhitungan upah
              minimum.  Penetapan  upah  minimum  2022  bakal  mengacu  pada PP  Nomor  36/2021  tentang
              Pengupahan  yang  menggantikan  PP  Nomor  78/2015.  Sekretaris  Jenderal  Organisasi  Pekerja
              Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar menjelaskan, penghitungan upah minimum terbaru
              akan memakai sejumlah variabel baru. Pada regulasi lama, kenaikan upah minimum mengacu
              pada tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun berjalan.

              “Kenaikan upah minimum tahun depan dihitung dengan mengacu pada upah minimum tahun
              berjalan, tingkat inflasi, pertumbuhan ekonomi, batas atas dan batas bawah upah minimum,”
              kata Timboel, Minggu.

              Batas atas upah minimum sendiri dihitung dengan mengalikan rata-rata konsumsi per kapita dan
              rata-rata anggota keluarga. Hasil dari perkalian itu lantas dibagi dengan jumlah rata-rata anggota
              rumah  tangga  yang  bekerja.  Hasil  penghitungan  sementara  yang  dilakukan  Timboel  dengan
              formulasi terbaru memperlihatkan kenaikan upah minimum berada di kisaran 1 sampai 2 persen.
              Selain  itu,  kenaikan  upah  minimum  berpotensi  tak  merata  karena  inflasi  dan  pertumbuhan
              ekonomi tak merata di setiap provinsi.































                                                           49
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55