Page 135 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 135
Dengan rincian pekerja formal dirumahkan 873.090 pekerja dari 17.224 perusahaan
dan yang terkena PHK 137.489 orang dari 22.753 perusahaan.
Sementara jumlah dan tenaga karyawan terdampak COVID-19 di sektor informal
34.453 perusahaan dan jumlah pekerja 189.452 orang.
Terkait hal itu Menaker Ida meminta dunia usaha untuk menjadikan PHK sebagai
langkah terakhir dalam upaya mengatasi dampak COVID-19 terhadap
perekonomian.
Situasi memang berat, kata Menaker, tapi ini adalah saat yang tepat bagi
pemerintah, dunia usaha dan pekerja untuk bersinergi mencari solusi mengatasi
dampak penyakit yang disebabkan virus corona baru itu.
Untuk menghindari skenario tersebut Menaker Ida sudah melakukan dialog dengan
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan berbagai serikat pekerja/buruh mencari
solusi serta langkah antisipasi dan penanganan dampak COVID-19 kepada dunia
usaha dan sektor ketenagakerjaan.
Menaker juga meminta perusahaan untuk melakukan langkah-langkah lain untuk
menghindari skenario PHK seperti mengurangi upah dan fasilitas pekerja tingkat
atas sepeti manajer dan direktur, mengurangi shift kerja, membatasi atau
menghapuskan kerja lembur, mengurangi jam kerja; mengurangi hari kerja dan
meliburkan atau merumahkan pekerja secara bergilir untuk sementara waktu.
Pihak Kemnaker sendiri sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan
di seluruh Indonesia terkait masalah di sektor tersebut.
"Kami juga melakukan percepatan pelaksanaan Kartu Prakerja dengan sasaran
pekerja atau buruh yang ter-PHK dan pekerja atau buruh yang dirumahkan baik
formal maupun informal, " kata Menaker saat memimpin teleconference sidang
pleno Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Nasional.
(antara/jpnn).
Page 134 of 234.

