Page 59 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 59
Juru Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Ledia Hanifa
menilai, program tersebut bisa membuat ketergantungan karena pemegang kartu
tetap digaji meskipun belum mendapat pekerjaan.
"Enggak bagus juga. Seharusnya lebih dilatih lebih baik supaya mereka bisa
berkembang. Karena kalau enggak, ketergantungannya cukup besar," kata Ledia.
Menurut Ledia, kuncinya bukan pada gaji itu. Seharusnya pemerintah justru
mengatasi masalah dari akarnya yaitu pendidikan. Kurikulum pendidikan harus
diubah agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Besar anggaran yang dibutuhkan dalam program ini juga dikritik. Juru bicara BPN
Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade mengatakan program Jokowi ini akan
menghabisan anggaran yang sangat besar.
Sebab, berdasarkan data BPS, saat ini tingkat pengangguran terbuka di Indonesia
ada 7 juta jiwa. Bila diperkirakan Jokowi akan memberikan gaji Rp 1 juta untuk tiap
orang, maka butuh anggaran sekitar Rp 7 triliun.
Andre pun meminta agar lebih baik Jokowi membuat program yang masuk akal dan
tidak membebani keuangan negara atau APBN. BPN juga sempat melaporkan
kampanye Kartu Prakerja ke Bawaslu saat itu karena dinilai sebagai politik uang
terselubung.
Page 58 of 234.

