Page 81 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 9 APRIL 2020
P. 81

Title          ANGGOTA DPR: BAHAS RUU CIPTAKER HARUS KOMPREHENSIF
               Media Name     antaranews.com
               Pub. Date      08 April 2020
                              https://www.antaranews.com/berita/1410026/anggota-dpr-bahas-ruu-ciptak er-harus-
               Page/URL
                              komprehensif
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive









               Anggota Fraksi Partai Gerindra DPR, Elnino Mohi, menilai pembahasan Omnibus Law
               RUU Cipta Kerja harus dilakukan secara komprehensif dengan melibatkan partisipasi
               yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

               Untuk itu menurut dia, pembahasan RUU Ciptaker tidak boleh dilakukan lewat
               "sistem kebut semalam" yaitu hanya tiga bulan, empat bulan, atau lima bulan.

               "Kalau harus lima tahun, mengapa tidak, karena yang penting hasilnya maksimal
               melalui kajian yang komprehensif, melibatkan partisipasi yang menyangkut
               kepentingan masyarakat luas, dan memenuhi seluruh aspek formal pembentukan
               undang-undang yang telah diatur UU Nomor 12/2011 dan perubahannya," kata dia,
               dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

               Ia menjelaskan RUU Omnibus Law adalah jenis RUU yang bersifat
               menyederhanakan regulasi dengan cara merevisi dan mencabut banyak UU
               sekaligus.

               Menurut dia dalam RUU Ciptaker memang hanya ada 174 pasal namun secara
               subtansi RUU itu memuat perubahan, penghapusan, dan pembatalan atas 79
               undang-undang yang terkait dengan pembangunan dan investasi.

               "RUU Ciptaker mencakup banyak isu penting dan strategis yang perlu dikaji betul
               misalnya lingkungan hidup, otonomi daerah, ketenagakerjaan, dan penyederhanaan
               prosedur investasi. Meski tujuannya fokus untuk merampingkan regulasi bagi
               penciptaan kerja, tapi jangan sampai 'short-cut'-nya salah," ujarnya.

               Ia menilai RUU Ciptaker mensyaratkan sekitar 500 aturan turunan seperti peraturan
               pemerintah yang justru berpotensi melahirkan regulasi yang sangat banyak.

               Menurut dia, RUU itu harus dikaji secara benar, karena maksud penciptaan iklim
               investasi yang kondusif, jangan sampai justru mengabaikan perlidungan terhadap
               tenaga kerja, prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan.

               "Dan jangan sampai mengabaikan kepemilikan negara terhadap cabang-cabang
               produksi yang menguasai hajat hidup rakyat banyak, serta kepemilikan negara
               terhadap bumi, dan air dan kekayaan yg terkandung di dalamnya utk dipergunakan






                                                       Page 80 of 234.
   76   77   78   79   80   81   82   83   84   85   86