Page 110 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 110
Title AKTIVIS MENGAKU DIINTIMIDASI
Media Name republika.co.id
Pub. Date 28 April 2020
Page/URL https://republika.co.id/berita/q9gzkl377/aktivis-mengaku-diintimidasi
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
Sejumlah aktivis mengaku mengalami tindak intimidasi maupun upaya peretasan
dalam beberapa bulan terakhir. Koalisi masyrakat sipil dari berbagai organisasi yang
tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) menyebut hal ini sebagai
kemunduran demokrasi.
Koalisi menyebut, setidaknya sejak Februari 2020 ada beberapa pola untuk
memberangus suara kritis, baik yang dialamatkan kepada RUU omnibus law cipta
kerja maupun lainnya, termasuk penanganan pandemi Covid-19. Koalisi menyebut
empat pola, yakni intimidasi, peretasan, kriminalisasi, dan pengawasan.
Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang merupakan
bagian dari koalisi, Asfinawati, membenarkan hal tersebut. Ia menyebut berbagai
aktivis dari lintas organisasi mengalami intimidasi dengan pola-pola itu. Bahkan,
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) di daerah juga mengalami intimidasi.
"Percobaan peretasan iya, di salah satu LBH. Ada juga yang dipantau seperti LBH
Medan," kata Asfinawati pada Republika.co.id, Senin (27/4) malam.
Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) juga sebagai salah satu pihak yang
mengalami intimidasi. KASBI yang diketuai Nining Elitos merupakan salah satu
organisasi buruh yang menggelar demo menolak omnibus law cipta kerja pada awal
2020. Pada 17 Februari lalu, terjadi pembakaran ban di markas KASBI, Cipinang
Kebembem, Jakarta Timur.
"Itu betul. Sejak kami terus melakukan penolakan omnibus law, kantor kami didemo
dan terjadi pembakaran ban pas depan pintu gerbang," kata Nining Elitos saat
dikonfirmasi Republika.co.id, Senin (27/4) malam. Teror, menurut dia, juga terjadi
terhadap pengurus KASBI.
Koalisi menyebut, peretasan juga menjadi jenis yang paling banyak memakan
korban. Peretasan atau percobaan peretasan gawai dilakukan melalui akun media
sosial maupun aplikasi pesan. Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam)
Kalimantan, Merah Johansyah, mengaku mengalami upaya peretasan.
"Ada percobaan peretasan pada Facebook saya kemarin," kata Merah Johansyah
saat dikonfirmasi Republika.co.id, Senin malam. Jatam diketahui merupakan salah
satu organisasi yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah di bidang lingkungan.
Page 109 of 261.

