Page 108 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 108
Title PENELITI CSIS : RUU CIPTAKER HARUS JADI LANGKAH AWAL REFORMASI EKONOMI
Media Name pikiran-rakyat.com
Pub. Date 28 April 2020
https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01372875/peneliti-csis-ruu- ciptaker-harus-
Page/URL
jadi-langkah-awal-reformasi-ekonomi
Media Type Pers Online
Sentiment Positive
Peneliti Centre for Strategic and International Studies ( CSIS ), Yose Rizal Damuri
menilai, mestinya Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja menjadi langkah awal
untuk reformasi ekonomi.
Hal itu dia sampaikan saat menjadi narasumber dalam Rapat Dengar Pendapat
Umum RUU Ciptaker bersama Badan Legislasi DPR secara virtual, Senin 27 April
2020.
Menurut Yose, meski beleid omnibus law tersebut belum sempurna, RUU ini tetap
dibutuhkan. Bahkan sebagai langkah reformasi ekonomi maka pembahasan RUU
Cipta Kerja seharusnya bukan ditunda tapi dipercepat.
"Tentunya membahas serius dan detail memperbaiki apa yang kurang di sana," kata
Yose.
Menurut Yose, Indonesia punya permasalahan dengan regulasi terkait bisnis.
Padahal investasi, kata dia, adalah kunci untuk meningkatkan tenaga kerja. Jika
dibanding negara ASEAN lainnya, Indonesia juga sudah cukup terlambat
memulainya.
"Vietnam misalnya sudah memiliki Project 30, sejak 2010. Hasil kebijakan ini sudah
terlihat di Vietnam. Malaysia dan Thailand juga. Malaysia dengan program Pemudah
sejak 2007, dan Thailand dengan Sunset Law pada 2015 walau reformasi regulasi di
sana tersendat karena politik. Aturan ekonomi harus mendapat peninjauan kalau
tidak akan dihilangkan. Ini sudah dilakukan negara ASEAN lain," ucapnya.
Yose menyebut, kondisi pandemi COVID-19 bisa menjadi pemicu untuk mendorong
RUU Cipta Kerja . Pasalnya saat ini kondisi perekonomian semakin sulit. Menurut
dia, lapangan kerja pun sudah terkena imbasnya.
"Tanpa adanya investasi berkualitas, mustahil menciptakan lapangan kerja
berkualitas. Padahal investasi akan semakin sulit ke depannya. Jadi saya pikir krisis
ini sebagai momentum perubahan dan reformasi ekonomi," ucap dia.
Page 107 of 261.

