Page 227 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 227

Title          NAMA OMNIBUS LAW CIPTA KERJA TAK COCOK
               Media Name     jawapos.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://www.jawapos.com/nasional/politik/28/04/2020/nama-omnibus-law-c ipta-kerja-
               Page/URL
                              tak-cocok/
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Badan Legislasi (Baleg) DPR RI melakukan pembahasan perdana RUU Cipta Kerja
               (Ciptaker) kemarin (27/4). Muncul usul agar judul rancangan peraturan itu diubah.
               Sementara Fraksi PAN meminta pembahasan ditunda.

               Dalam rapat dengar pendapat umum (RDPU) secara virtual kemarin, Baleg DPR
               mengundang sejumlah ahli. Ada Rektor Universitas Prasetya Mulya Djisman
               Simanjuntak, peneliti CSIS Yose Rizal, dan Ketua Himpunan Pengusaha Pribumi
               Indonesia (HPPI) DKI Jakarta Sarman Simanjorang.

               Sarman menyatakan, RUU tersebut mendapat banyak penolakan dari para buruh.
               Padahal, rancangan regulasi itu tidak hanya membahas pekerja. Ada soal investasi,
               perizinan, masalah tanah, dan poin lainnya.

               Sarman pun mengusulkan agar RUU Ciptaker diubah namanya menjadi RUU tentang
               Kemudahan Berusaha dan Berinvestasi. Dengan perubahan judul, diharapkan RUU
               tersebut tidak diributkan lagi.

               "(Diharapkan, Red) tidak ada lagi pro dan kontra di tengah masyarakat," tuturnya.

               Anggota Baleg DPR Syamsurizal juga menilai terlalu sempit jika RUU disebut sebagai
               cipta kerja. Sebab, dari sebelas klaster, hanya satu klaster yang membahas ciptaker.
               Maka, dia sepakat jika nama RUU diganti. Dia mengusulkan agar judulnya diganti
               dengan RUU Pembangunan Ekonomi Baru Indonesia.

               "Dengan nama itu, akan banyak yang bisa dikemas. Misalnya bagaimana soal
               investasi, kawasan ekonomi khusus (KEK), UMKM, dan kebijakan ekonomi secara
               menyeluruh," terangnya.

               M. Ali Taher Parasong, anggota Baleg DPR dari Fraksi PAN, mengatakan bahwa
               judul RUU perlu diperbaiki. Dia mengusulkan namanya diganti dengan RUU
               Penguatan Ekonomi Nasional.

               Kenapa nama itu yang digunakan? Menurut dia, karena telah terjadi degradasi
               dalam pertumbuhan. Apalagi dengan adanya wabah Covid-19.






                                                      Page 226 of 261.
   222   223   224   225   226   227   228   229   230   231   232