Page 233 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 29 APRIL 2020
P. 233

Title          PENGUSAHA MINTA BERSABAR SOAL THR, BURUH: TAK BISA DITUNDA
               Media Name     detik.com
               Pub. Date      28 April 2020
                              https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/4994384/pengusaha-mint a-bersabar-
               Page/URL
                              soal-thr-buruh-tak-bisa-ditunda
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive










               Jakarta - Pengusaha mengaku kesulitan membayar tunjangan hari raya atau THR
               pada Lebaran tahun ini. Namun, pengusaha berjanji akan tetap berusaha
               membayarnya, entah dicicil ataupun ditunda.

               Tapi, kalangan buruh menolak apabila THR dicicil ataupun ditunda. Ketua
               Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)
               Kahar S. Cahyono menyatakan bahwa buruh tetap ingin THR dibayarkan penuh
               paling lambat H-7 Lebaran.

               Kahar mengatakan THR tidak bisa dicicil apalagi ditunda, pasalnya tunjangan yang
               diberikan akan digunakan buruh untuk merayakan Lebaran.

               "Bagi KSPI, THR ini harus dibayar penuh dan paling lambat H-7 Lebaran, hari raya.
               Aturannya seperti itu. Prinsipnya tak bisa dicicil atau ditunda, karena THR beda
               dengan upah. Ini kan sudah ditentukan waktunya diperuntukkan untuk merayakan
               hari raya," kata Kahar kepada detikcom , Selasa (28/4/2020).

               Terlebih lagi Lebaran akan jatuh di tengah situasi pandemi Corona, menurut Kahar
               kondisi akan sangat sulit bagi para buruh.

               "Kalau dicicil kan bukan tunjangan hari raya lagi, karena kita butuh ini untuk
               merayakan Lebaran, apalagi juga di situasi serba sulit seperti ini," jelas Kahar.

               Kahar juga mengatakan THR adalah kewajiban rutin tahunan tiap perusahaan. Oleh
               karena itu harusnya dana THR sudah disiapkan jauh-jauh hari, tanpa harus
               mempertimbangkan ada virus Corona atau tidak.

               "THR ini kan salah satu hak pekerja dan ini rutin tahunan, seyogyanya ini juga
               sudah dianggarkan oleh perusahaan dari jauh-jauh hari. THR-nya kan bukan suatu
               hal yang dadakan, karena ini rutinitas," papar Kahar.

               Kahar juga menyoroti perusahaan yang masih otoriter terhadap pekerjanya.
               Menurutnya, keputusan soal THR harus didiskusikan dengan pekerja juga, hal itu
               sesuai arahan Kementerian Ketenagakerjaan. Namun, banyak perusahaan masih
               mengambil keputusan sepihak.




                                                      Page 232 of 261.
   228   229   230   231   232   233   234   235   236   237   238