Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 27 SEPTEMBER 2019
P. 27
Title KISRUH SRIWIJAYA AIR DAN GARUDA INDONESIA DINILAI RUGIKAN BURUH
Media Name tirto.id
Pub. Date 26 September 2019
Page/URL https://tirto.id/kisruh-sriwijaya-air-dan-garuda-indonesia-dinilai-rug ikan-buruh-eiK7
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
PT Garuda Indonesia (GIAA) memutuskan untuk mencabut seluruh logonya di
armada Sriwijaya Air. Kondisi ini menunjukkan hubungan dua maskapai yang kian
renggang usai sejumlah anggota direksi dan komisaris Sriwijaya Air yang berasal
dari GIAA dicopot.
Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai, kisruh tersebut bakal berimbas buruk bagi
para buruh di Sriwijaya Air. Sebab selama ini, maskapai tersebut terlilit utang cukup
besar dengan sejumlah BUMN.
"Harapan saya sriwijaya masih bisa bertahan hidup dan ribuan pekerjanya jangan
sampai kehilangan mata pencaharian," ucapnya saat dihubungi Tirto, Kamis
(26/9/2019).
Sebelum bermitra dengan Garuda Indonesia, kondisi keuangan Sriwijaya Air
memang terpuruk dan terancam pailit.
Misalnya, utang jangka panjang atas pengerjaan overhaul 10 mesin CFM56-3 yang
baru akan lunas pembayarannya melalui angsuran selama 36 bulan atau 3 tahun.
Garuda Indonesia merinci, jumlah saldo piutang Sriwijaya Air per 30 September
2018 adalah sebesar 9,33 juta dolar AS atau setara Rp135,34 miliar (dengan kurs
Rp14.500 per dolar AS).
Selain itu, Sriwijaya juga memiliki utang kepada PT Garuda Maintenance Facility
(GMF) Aero Asia Tbk yang tercatat sebesar Rp810 miliar, Pertamina sebesar Rp942
miliar, serta BNI sebesar Rp585 miliar.
"Kalau saya tarik balik setahun lalu ketika bekerja sama antara Sriwijaya dan
Garuda, itu kan kondisi Sriwijaya kesulitan uang. Kesulitan Keuangan, utangnya ke
GMF, ke Pertamina," kata dia.
Dalam keterangan resminya, asosiasi serikat pekerja Sriwijaya Air (ASPERSI)
menyesali keputusan pemegang saham Sriwijaya yang mengeluarkan orang-orang
Garuda Indonesia dari susunan direksi.
Page 26 of 49.

