Page 25 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 25
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendi mengatakan, tahun ini
pihaknya sudah melakukan revitalisasi sebanyak 300 SMK, dan pada 2020 pihaknya
akan merevitalisasi 500 sekolah kejuruan.
Revitalisasi tersebut dilakukan berdasarkan Instruuksi Presiden (Inpres) No. 9/2016
tentang Revitalisasi SMK. Dengan begitu, diharapkan lulusan SMK yang masuk ke
dunia kerja sudah sesuai dengan tuntutan industri dan lebih produktif.
Meski demikian, pemerintah tidak akan asal melakukan revitalisasi terhadap SMK.
Menurutnya, akan ada seleksi berdasarkan akreditasi, jumlah siswa, kerja sama
dengan industri, serta kedekatan dengan zona ekonomi khusus.
Dalam hal ini, lanjutnya, terdapat lima sektor pendidikan vokasi yang menjadi fokus
pemerintah yaitu pariwisata, pertanian produktif, ekonomi kreatif, kemaritiman, dan
energi pertambangan.
"Jadi salah satu bentuk revitalisasinya adalah dengan merubah kurikulum, dari
supply based menjadi demand based , di mana yang menentukan bukan hanya
pemerintah tapi juga dunia industri." Nantinya, tenaga pendidik yang akan diambil
adalah yang memiliki pengalaman di dunia industri sesuai dengan bidang yang
diajarnya.
Menurutnya, salah satu alasan yang melandasi adanya revitalisasi ini adalah
rendahnya lulusan SMK yang terserap di dunia kerja. Meski demikian, dia tak
menampik bahwa banyak pemicu mengapa lulusan SMK yang masuk dunia usaha
masih minim.
"Banyak hal sebetulnya, tapi fakta bahwa rendahnya tingkat keterserapan lulusan
SMK akhirnya membuat Presiden mengambi kebijakan revitalisasi. [Surat
Keputusan] SK baru turun awal 2017, untuk penataan dan persiapannya baru 2018,
jadi memang perlu waktu lama." Nantinya, dengan kurikulum yang dibentuk oleh
pemerintah dan pelaku usaha 60% hingga 70% siswa akan lebih banyak belajar di
lapangan, dalam hal ini adalah praktik atau magang. Sisanya merupakan teori yang
dipelajari di kelas.
"Ini baru mulai bersama-sama dengan Kadin merumuskan standar kompetensi dan
sertifikasi. Anak-anak SMK sekarang di samping nanti mendapat ijazah yang penting
dia mendapat sertifikat kemahiran. Sertifikat kemahiran ini benar-benar terstandar
baik dari BNSP maupun standar internasional sesuai bidangnya." vokasi,
Pendidikan Vokasi.
Page 24 of 66.

