Page 27 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 27
"Namun, untuk masuk langsung praktik dia eng gak bisa langsung ke industri.
Makanya, industri dan sekolah harus duduk bersama-sama menyusun kurikulum
[pendidikan vokasi]."
Jadi, perusahaan dalam hal ini ikut menentukan isi kurikulum pendidikan kejuruan,
karena pada akhirnya lulusan SMK harus siap bekerja.
Selain kurikulum, sebut Anton, aspek yang perlu dilakukan untuk mempersiapkan
tenaga kerja adalah keselarasan antara teori dan praktik.
"Jangan sampai dia di kelas belajar elektro, praktiknya beda. Harus sama itu.
Kemudian, saat praktik pun eng gak bisa dia hanya lihat, harus ikut kerja."
Untuk itu, tenaga pendidik kejuruan di SMK harus dijaga kualitasnya.
"Jadi industri enggak bisa serta merta menerima pemagang kalau dia eng gak
mempersiapkan kurikulum, tenaga pengajar di sekolah dan lain-lain."
Terakhir, untuk menyiapkan tenaga kerja, kualitas kurikulum di setiap wilayah harus
sama.
"Harus menjamin mutu baik di pendidikan kejuruan,maupun di tempat latihan. Dan
ada kurikulum dan ujian yang terstandar yang berlaku di semua wilayah. Yang
dilatih di Manado dan Jakarta harus sama."
Page 26 of 66.

