Page 60 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 60
Title SUSI, RETNO BERPELUANG MENTERI LAGI, AIRLANGGA DAN HANIF TERELEMINASI
Media Name rri.co.id
Pub. Date 08 Oktober 2019
http://rri.co.id/post/berita/731295/nasional/susi_retno_berpeluang_men
Page/URL
teri_lagi_airlangga_dan_hanif_tereleminasi.html
Media Type Pers Online
Sentiment Negative
KBRN, Jakarta: Sejumlah menteri berprestasi dalam kabinet Joko Widodo
berpeluang besar untuk kembali terpilih menjadi pembantu presiden. Namun tidak
sedikit pula yang tidak lagi dipilih Jokowi sebagai menteri.
Direktur Eksekutif Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN), Yasin Mohammad
menilai sejumlah menteri berlatang belakang profesional peluangnya lebih besar
dilantik lagi ketimbang mereka yang berasal dari partai. Sebab kalangan profesional
lebih kelihatan kinerjanya.
Dia pun mencontohkan sosok Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang
sempat membuat kebijakan berani, seperti melarang nelayan menggunakan
cantrang demi menjaga sumber daya laut. Karena berdasarkan studi yang pernah
dilakukan, penggunaan cantrang dianggap merusak sumber daya laut dan
ekosistem karang. Susi juga kata dia berani berperang melawan illegal fishing atau
pencurian ikan.
"Dalam konteks penenggelaman Ibu Susi paling tinggi. Prestasinya dalam law
enforcement atau perang melawan illegal fishing patut diapresiasi," kata Yasin
kepada wartawan di Jakarta, Selasa (8/10/2019).
Bukan hanya Susi, kalangan profesional yang layak ditarik menjadi menteri lagi
adalah Menteri Keuangan saat ini, Sri Mulyani Indrawati. Sebab menurut dia, meski
kebijakan-kebijakannya tidak ada yang revolusioner, namun terbukti mampu
menyeimbangkan neraca keuangan negara.
"Kunci keuangan negara itu ada di Ibu Sri Mulyani. Pola yang dimainkan adalah
kebijakan ekonomi liberal. Membuka lebar-lebar akses investasi dari luar. Investasi
ini dibuka dalam rangka menyeimbangkan neraca keuangan. Tidak ada kebijakan
monumental, tapi di politik Sri Mulyani berpotensi di pilpres 2024," terang Yasin.
Menteri lain yang layak menurut dia adalah Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi.
Sebab menurut dia, kerja keras Retno dalam berkomunikasi dengan negara-negara
luar telah membuahkan hasil yang nyata. Sekalipun ada awal masa jabatannya 5
tahun yang lalu, kinerja Retno sempat disanksikan oleh berbagai pihak.
"Tapi belakangan dia bisa menunjukkan seperti masuknya Indonesia sebagai Dewan
Kehormatan di PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa)," tandasnya.
Dipilihnya Retno diharapkannya mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang
belum terselesaikan seperti persoalan Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
Page 59 of 66.

