Page 61 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 09 OKTOBER 2019
P. 61
"Persoalaan TKI masih banyak yang perlu diselesaikan," harapnya.
Meski demikian, lanjut alumnus Pascasarjana Universitas Paramadina ini, ada juga
menteri dari kalangan partai yang dinilainya memiliki kinerja yang kurang mempuni.
Mereka diyakininya tak akan dijadikan Jokowi sebagai menteri lagi. Misalkan Ketua
Umum Golkar Airlangga Hartarto yang merangkap jabatan sebagai Menteri
Perindustrian.
"Saya kira belum ada yang berpretasi. Seperti Airlangga Hartarto, Menteri
Perindustrian belum ada terobosan baru. Tidak ada perkembangan signifikan. Tidak
bisa mendatangkan investasi di bidang industri. Stimulan-stimulannya tidak ada.
Saya kira kinerjanya belum maksimal di bidang perindustrian," papar dia.
Menteri dengan kinerja kurang mempuni lainnya menurut dia adalah Menteri
Perdagangan Enggartiasto Lukita. Yang mana Enggartiasto kata dia banyak
melakukan kebijakan impor yang justru menimbulkan polemik.
"Banyak melakukan kebijakan-kebijakan impor yang menimbulkan polemik. Justru
sentimen negatifnya terhadap Enggartiasto Lukita lebih besar," imbuhnya.
Tak luput dari sorotan Yasin adalah kinerja Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri yang
dinilainya tidak mampu melindungi kaum buruh yang ada di negeri ini melalui
kebijakan-kebijakannya.
"Menaker sendiri tidak bisa menjawab persoalan-persoalan di buruh. Contoh kasus
semisal soal PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) besar-besaran di perusahaan
Krakatau Steel," tambahnya.
Padahal seharusnya ditekankan dia, Hanif Dhakiri mampu membuat peraturan yang
bisa melindungi para pekerja.
"Dia (Menaker) juga tidak bisa menjembatani antara pihak buruh dan perusahaan.
Beberapa kasus yang parsial banyak sekali. Ada 4.000 buruh yang di-PHK masal,
mereka datang ke Menaker, tapi menterinya manggil Direktur Krakatau Stell saja
enggak bisa," pungkas Yasin. (Foto: Ist)
Page 60 of 66.

