Page 50 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MARET 2020
P. 50

Title          PEMERINTAH BERUPAYA AKOMODIR PEKERJA KREATIF DI OMNIBUS LAW
               Media Name     republika.co.id
               Pub. Date      16 Maret 2020
                              https://republika.co.id/berita/q7akw1354/pemerintah-berupaya-akomodir- pekerja-
               Page/URL
                              kreatif-di-omnibus-law
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive







               JAKARTA -- Kabag Hukum dan Kerjasama Luar Negeri (KLN) Kementerian
               Ketenagakerjaan (Kemenaker) Agatha Widianawati mengatakan bahwa Omnibus
               Law Cipta Lapangan Kerja (Ciptaker) tidak hanya memperhatikan kesejahteraan
               buruh atau pekerja kantor. Dia mengatakan, RUU itu juga memperhatikan aspek
               para pekerja di sektor kreatif dan konten kreator.

               "RUU Cipta Kerja ini untuk melindungi, mulai dari waktu kerjanya, hak atas upah,
               dan yang penting kepastian untuk mendapat jaminan sosial serta jaminan kesehatan
               dan keselamatan kerja," kata Agatha dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin
               (16/3).

               Agatha mengungkapkan, karakteristik para pekerja konten kreator yang dimaksud
               adalah pekerja yang pekerjaannya tidak dilandasi dengan hubungan kerja. Dia
               mengatakan, kebanyakan pekerja yang menggeluti profesi ini adalah generasi
               milenial yang menjadikan pekerjaannya sebagai sarana untuk berkarya disela
               kesibukan sekolah maupun kuliah. Menurutnya, rentan bagi mereka untuk tidak
               mendapatkan hak-hak perlindungan dan jaminan kerja. Dia mengatakan, undang-
               undang yang berlaku saat ini tidak bisa mengakomodir dengan waktu kerja yang
               seharusnya 7 hingga 8 jam.

               Dia mengatakan, mereka tidak akan produktif dengan rentang waktu kerja tersebut.
               Agatha berpendapat, mereka cukup produktif dengan waktu 3 hingga 4 jam serta
               tidak perlu bekerja dari kantor dan cukup di rumah saja.

               Lebih lanjut, Agatha juga berharap agar para pekerja kontrak tidak khawatir akan
               keberadaan Omnibus Law tersebut. Dia mengatakan, dalam RUU Omnibus Law juga
               diatur bahwa pekerja kontrak berhak mendapatkan kompensasi ketika pekerja
               maupun perusahaan tidak melanjutkan kontrak.

               Agatha mengatakan, RUU ini juga mengatur batas-batas maksimal dan minimal bagi
               para pekerja media, apalagi media yang sifatnya menggunakan digital. Dia
               mengatakan, bekerja dengan sebuah perusahaan itu harus diperhitungkan hak
               upah, hak jaminan sosial, hak K3 hingga pemberian kompensasi.

               "Jadi jangan khawatir, kalau di kontrak itu bukan harga mati bahwa tidak bisa
               bekerja lagi karena justru pemerintah menciptakan peluang kerja yang lebih dari
               sekarang," katanya..



                                                       Page 49 of 58.
   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54   55