Page 49 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 17 MARET 2020
P. 49

Title          BURUH MUSLIMIN BERHARAP OMNIBUS LAW CIPTA KERJA MEMBAWA MANFAAT
               Media Name     jpnn.com
               Pub. Date      16 Maret 2020
                              https://www.jpnn.com/news/buruh-muslimin-berharap-omnibus-law-cipta-ke rja-
               Page/URL
                              membawa-manfaat
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Negative












               JAKARTA - Sekretaris Jenderal Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia
               (Sarbumusi) Eko Darwanto mengatakan, pihaknya telah mencoba meminta pada
               Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, agar membuka ruang
               komunikasi seluas-luasnya terkait pembahasan Rancangan Undang-Undang
               Omnibus Law Cipta Kerja. Sayangnya, permintaan tersebut kurang direspons positif.

               "Kami sudah melakukan komunikasi dengan Pak Airlangga untuk membuka ruang
               komunikasi seluas-luasnya, tetapi tidak direspons positif. Padahal, keterlibatan
               buruh dalam penyusunan RUU Omnibus Law adalah wajib," ujar Eko pada diskusi
               yang digelar Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) di Jakarta, Senin (16/3).

               Eko mengakui, dalam hal ini peran menko perekonomian sekadar fungsi koordinasi.
               Pembahasan secara mendalam menurutnya dilakukan di Kementerian Tenaga Kerja,
               dimana terdapat forum tripartit. Yaitu, pemerintah, perwakilan pekerja dan
               pengusaha. Menurut Eko, dalam forum tripartit dibahas banyak hal. Namun,
               perwakilan serikat pekerja beberapa waktu lalu memilih keluar dari tim pembahasan
               karena sejumlah alasan.

               "Sarbumusi terakhir yang keluar dari tim, karena kami melihat sesuatu yang tidak
               mungkin berkembang lagi. Teman-teman buruh berharap agar ada dialog sosial
               diperluas antara pemerintah dengan pekerja (kelompok buruh) atau sebaliknya,"
               kata Eko.

               Meski demikian, Eko mengakui keberadaan Omnibus Law Cipta Kerja sangat baik. Ia
               berharap nantinya dapat menjadi solusi mengatasi sejumlah hambatan yang muncul
               selama ini. Antara lain, dapat menjadi solusi terhadap tumpang tindih aturan dan
               hal-hal yang menghambat produktivitas.

               "Ke depan, kami akan bertemu lagi dengan teman-teman serikat pekerja untuk
               membicarakan bagaimana sebaiknya merespons RUU Cipta Kerja. Saya akan coba
               masuk ke dalam beberapa isu. Misalnya, apakah buruh diberi kebebasan
               berorganisasi di perusahan atau tidak, apakah buruh selama ini sudah diperhatikan
               nasib dan hak-haknya. Jadi undang-undang ke depan seharusnya memberi

               tambahan manfaat dari undang-undang sebelumnya," pungkas Eko.




                                                       Page 48 of 58.
   44   45   46   47   48   49   50   51   52   53   54