Page 184 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 184

pemerintah Indonesia direncanakan akan mengirim utusan dari Kemnaker, Kementerian
               Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja
               Indonesia (BNP2TKI).

               Ida mengungkapkan, perundingan pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan
               Korsel sendiri telah berlangsung sejak 2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan
               adanya usulan revisi/tambahan klausul untuk dapat meningkatkan perlindungan PMI.
               Sementara itu, format MoU penempatan EPS ini sudah template untuk ke-16 negara
               pengirim, termasuk Indonesia.


               "Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-draft
               MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korsel sebelumnya. Tetapi masih terdapat
               beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan kesepakatan dari kedua
               belah pihak," ujarnya.

               "Pengiriman PMI ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Mou ini sudah habis masa
               berlakunya sejak tahun 2015, tetapi secara otomatis bisa diperpanjang masa
               berlakunya. Dengan adanya regulasi PMII yang baru ini, maka perlu adanya
               adjustment, " lanjut Ida.

               Ida menjelaskan, melalui skema sistem izin kerja EPS, PMI yang bekerja di Korsel akan
               memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja Korsel sesuai
               dengan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan yang berlaku di Korsel. Jadi, EPS ini
               memiliki sistem yang mencakup mengenai penempatan dan perlindungan PMI di Korsel.

               "Penempatan melalui skema EPS meliputi lima sektor yaitu manufaktur, konstruksi, jasa,
               perikanan, dan pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru menempatkan di
               sektor manufaktur dan perikanan, " kata Ida.


               Lindungi ABK

               Ida mengatakan, selain masalah EPS, pihaknya juga menyinggung masalah pentingnya
               perlindungan bagi awak kapal (ABK) mengingat awak kapal itu berada di luar skema
               EPS dan kondisinya rentan sekali. "Kami minta Kemnaker Korsel juga memberikan
               pelindungan bagi ABK dari Indonesia. Bahkan, kalau bisa ada Mou terpisah, " ujar Ida.

               Ida kembali perlindungan ABK Indonesia yang bekerja di kapal panjang menindaklanjuti
               permintaan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Korsel Moon Jae-in,
               akhir November 2019.

               Sementara Wamen Korsel, Im Seo-Jeong menyatakan komitmennya untuk memberikan
               perlindungan terhadap para ABK Indonesia dan memastikan pemerintah Korsel selalu
               mengutamakan keselamatan. Bahkan akan segera mempersiapkan Desk pengaduan
               bagi ABK Indonesia di Korsel.

               "Kami berupaya agar ABK dapat bekerja dengan baik. Meski perlindungan bagi ABK
               bukan ranah kami, tetapi mereka akan mengkoordinasikan kepada Kementerian
               Kelautan dan Perikanan (KKP) Korsel, untuk menjadi perhatian," ujar Im Seo-Jeong
               seraya berharap Atnaker Indonesia di Korsel terus intens berkoordinasi dengan KKP
               Korsel.




                                                      Page 183 of 267.
   179   180   181   182   183   184   185   186   187   188   189