Page 188 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 188

Menurut Ida, kedua negara berkomitmen meningkatkan pelindungan, sehingga Mou
               EPS tersebut nantinya ada penambahan-penambahan.


               "Yang mana perlu adanya kompromi dari Korsel. Secara substansi kedua pihak
               sudah oke, maka akan kita segerakan untuk diselesaikan. Semoga EPS ini dapat
               segera ditandatangani untuk menjamin perlindungan lebih baik bagi pekerja migran
               kita di Korsel," kata Ida.


               Ida menambahkan, selain perundingan finalisasi renewal EPS, forum JWG nanti juga
               akan membicarakan masalah legal drafting (keabsahan hukum) dari kedua negara.
               Tim pemerintah Indonesia direncanakan akan mengirim utusan dari Kemnaker,
               Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Nasional Penempatan dan
               Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI).

               Ida mengungkapkan, perundingan pembaharuan dokumen MoU oleh Indonesia dan
               Korsel sendiri telah berlangsung sejak 2015. Lamanya proses negosiasi disebabkan
               adanya usulan revisi/tambahan klausul untuk dapat meningkatkan perlindungan
               PMI. Sementara itu, format MoU penempatan EPS ini sudah template untuk ke-16
               negara pengirim, termasuk Indonesia.


               "Pada prinsipnya, Indonesia dapat menyetujui substansi teknis di dalam counter-
               draft MoU yang telah disampaikan oleh pihak Korsel sebelumnya. Tetapi masih
               terdapat beberapa poin substansi legal drafting yang perlu mendapatkan
               kesepakatan dari kedua belah pihak," ujarnya.

               "Pengiriman PMI ini sudah dilakukan sejak tahun 2007. Mou ini sudah habis masa
               berlakunya sejak tahun 2015, tetapi secara otomatis bisa diperpanjang masa
               berlakunya. Dengan adanya regulasi PMII yang baru ini, maka perlu adanya
               adjustment, " lanjut Ida.

               Ida menjelaskan, melalui skema sistem izin kerja EPS, PMI yang bekerja di Korsel
               akan memperoleh perlakuan dan hak yang sama sebagaimana tenaga kerja Korsel
               sesuai dengan Undang-undang (UU) Ketenagakerjaan yang berlaku di Korsel. Jadi,
               EPS ini memiliki sistem yang mencakup mengenai penempatan dan perlindungan
               PMI di Korsel.


               "Penempatan melalui skema EPS meliputi lima sektor yaitu manufaktur, konstruksi,
               jasa, perikanan, dan pertanian. Hanya saja, hingga saat ini Indonesia baru
               menempatkan di sektor manufaktur dan perikanan, " kata Ida.


               Lindungi ABK

               Ida mengatakan, selain masalah EPS, pihaknya juga menyinggung masalah
               pentingnya perlindungan bagi awak kapal (ABK) mengingat awak kapal itu berada di
               luar skema EPS dan kondisinya rentan sekali. "Kami minta Kemnaker Korsel juga
               memberikan pelindungan bagi ABK dari Indonesia. Bahkan, kalau bisa ada Mou
               terpisah, " ujar Ida.






                                                      Page 187 of 267.
   183   184   185   186   187   188   189   190   191   192   193