Page 205 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 20 JANUARI 2020
P. 205
"Paket itu bukan milik saya. Saya hanya membantu teman saya yang meminta
tolong untuk diambilkan paket. Saya diberitahu teman saya bahwa isinya perhiasan
dan baju," tutur Wartini kepada pihak KJRI Hong Kong dalam kunjungan ke penjara
beberapa waktu lalu.
Konsul Jenderal RI untuk Hong Kong Ricky Suhendar mengunjugi terdakwa di
penjara setempat pada Desember 2019 untuk memberikan dukungan moril.
"Pendampingan merupakan salah satu bentuk perlindungan negara terhadap WNI.
Oleh karena itu, Tim Perlindungan WNI secara aktif mendampingi hingga
persidangan di Pengadilan Tinggi pada 6-15 Januari 2020," ujarnya. pungkas Konjen
RI Ricky Suhendar.
Selain menjalin komunikasi intensif dengan pihak pengacara dan penerjemah, KJRI
turut menghubungi pihak keluarga Wartini.
Seusai putusan, Wartini merasa terharu dan mengucapkan terima kasihnya kepada
pihak KJRI Hong Kong atas pendampingan dan bantuan yang senantiasa diberikan
selama menjalani masa sulit di penjara.
"Saya berharap kejadian yang sama tidak terulang. Oleh karena itu, seluruh pekerja
migran Indonesia kiranya selalu berhati-hati dan waspada. Jangan pernah
mengambilkan barang orang lain, meskipun itu teman kita sendiri yang sudah kita
percaya. Jangan sampai WNI lainnya menjadi korban," imbau Konjen Ricky.
Selesai pembacaan putusan dan proses pembebasan, Wartini langsung dibawa ke
rumah singgah KJRI Hong Kong sambil menunggu proses pemulangan menuju
Tanah Air.
Putusan bebas kasus narkoba yang melibatkan WNI merupakan yang pertama pada
2020. Dalam catatan Antara terdapat dua WNI yang dibebaskan dalam kasus yang
modusnya sama, yakni diperdaya sebagai kurir narkoba, selama 2019.
Sebelumnya seorang WNI bernama Diana Ulfa juga diputus bebas oleh pengadilan
Hong Kong dalam kasus yang sama. Dia datang ke Hong Kong untuk tujuan wisata,
namun ditangkap petugas Bea dan Cukai sesampainya di bandara setempat pada 24
Mei 2018 karena kedapatan membawa tas berisi sekitar 2.000 gram narkotika.
Seorang WNI lainnya berinisial RS juga diputus bebas dari pengadilan setempat
setelah ditangkap pada 27 Desember 2016 oleh aparat Bea dan Cukai karena
membawa narkoba jenis methamfetamin seberat 2,25 kilogram pada saat transit di
bandara Hong Kong dalam perjalanan dari Addis Ababa, Ethiopia, menuju Kuala
Lumpur, Malaysia.
Page 204 of 267.

