Page 63 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 DESEMBER 2019
P. 63

Title          RILIS KEPGUB, RIDWAN KAMIL TARIK SK SOAL UPAH MINIMAL JABAR
               Media Name     cnnindonesia.com
               Pub. Date      02 Desember 2019
                              https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20191202112824-92-453296/rilis-ke pgub-
               Page/URL
                              ridwan-kamil-tarik-sk-soal-upah-minimal-jabar
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi mengeluarkan
               keputusan gubernur terkait upah minimum kabupaten/kota (UMK) di Jawa Barat
               2020 dan menarik SK Gubernur Jabar tentang perihal yang sama.

               Kepgub No. 561/Kep.983-Yanbangsos/2019 akan mengganti Surat Edaran (SE)
               Gubernur Jawa Barat Nomor 561/75/Yanbangsos tertanggal 21 November lalu.

               Kepala Biro Hukum dan HAM Setda Jabar Eni Rohyani menyebutkan penetapan
               kepgub baru tersebut miliki sembilan poin, salah satunya terkait industri padat karya
               yang tidak mampu bayar upah.


               "Terdapat penekanan bahwa pengusaha termasuk industri padat karya yang tidak
               mampu membayar upah sesuai UMK dapat melakukan kesepakatan bipartit dengan
               pengawasan dan persetujuan dari Disnakertransi Jabar," ujar Eni di Bandung (1/12).

               Lihat juga: BPS: Inflasi November 0,14 Persen, Turun Dibanding Bulan Lalu
               Eni mengungkap UMK Kabupaten/Kota yang baru mulai dibayarkan pada 1 Januari
               2020.  Kepgub yang ditandatangani 1 Desember kemarin pun memuat beberapa
               keputusan lain seperti pengusaha yang telah membayar upah lebih tinggi dari
               ketentuan, dilarang menurunkan upah pekerja.

               Kepgub ini pun menegaskan UMK yang baru tersebut berlaku bagi pekerja yang
               sudah bekerja minimal 1 tahun.

               Di sisi lain, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi
               Gani Nena Wea berharap Ridwan Kamil tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang
               memicu polemik terkait upah buruh setelah mengeluarkan Surat Edaran Nomor
               561/75/Yanbangsos kepada seluruh pemimpin perusahaan di wilayahnya.

               Andi mengatakan bahwa keputusan Gubernur Jawa Barat mengeluarkan surat
               edaran itu menimbulkan polemik. Pasalnya, menurut aturan ketetapan mengenai
               upah buruh mestinya dituangkan dalam Surat Keputusan Gubernur, bukan hanya
               surat edaran, sehingga ada konsekuensi pidana jika perusahaan tidak menaati.

               Lihat juga: Siapkan Kebutuhan Gas Ibu Kota Baru, BPH Migas Gelar FGD






                                                       Page 62 of 116.
   58   59   60   61   62   63   64   65   66   67   68