Page 71 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 71

Title          PERSAINGAN BISNIS RITEL SEMAKIN KETAT
               Media Name     mediaindonesia.com
               Pub. Date      25 Juni 2019
               Page/URL       https://mediaindonesia.com/read/detail/243069-persaingan-bisnis-ritel- semakin-ketat
               Media Type     Pers Online
               Sentiment      Positive








               MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penutupan
               beberapa gerai ritel modern Giant milik PT Hero Supermarket Tbk disebabkan

               persaingan bisnis yang makin ketat.

               "Itu hasil dari persaingan. Kalau ada yang kalah dalam bersaing, itu normal," kata
               Darmin saat ditemui di Jakarta, kemarin.

               Ia mengatakan saat ini persaingan bisnis ritel modern sangat ketat. Para pelaku
               industri berlomba menawarkan layanan terbaik kepada konsumen.
               Karena itu, ia meminta tidak ada hal yang dirisaukan dari persaingan bisnis ritel
               tersebut karena hal itu merupakan bagian dari dinamika kegiatan ekonomi. "Jangan
               dirisaukan karena yang sana ada yang naik, sini ada yang turun," ujar Darmin.

               Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N
               Mandey mengaku belum mendapatkan keterangan resmi dari Giant mengenai

               rangkai-an penutupan beberapa gerai.

               Namun, menurut dia, penutupan supermarket Giant di enam lokasi itu lebih karena
               alasan efisiensi agar korporasi dapat terus berusaha dan menghidupi bisnisnya.

               Keenam gerai yang akan ditutup, kata Roy, akan direlokasi ke tempat baru yang
               lebih strategis dan memiliki potensi pendapatan lebih baik daripada gerai yang saat
               ini masih beroperasi.

               Selain itu, ia menilai bahwa telah terjadi perubahan perilaku konsumen, dari yang
               biasanya memasak di rumah dan berbelanja bahan pangan di supermarket, kini

               lebih memilih untuk berkuliner.

               "Adanya penurunan transaksi pangan, baik makanan dan minum-an, akibat
               bergesernya perilaku konsumen. Konsumen lebih memilih kuliner di luar rumah
               sebagai gaya hidup masyarakat global," kata Roy.






                                                       Page 70 of 185.
   66   67   68   69   70   71   72   73   74   75   76