Page 68 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 26 JUNI 2019
P. 68
diketahui sumber api berasal dari pintu belakang yang menjadi akses keluar masuk
pekerja. Sedangkan pintu depan terkunci. Sehingga saat terjadi kebakaran para
pekerja tak bisa keluar menyelamatkan diri karena tidak ada jalur evakuasi.
Perusahaan juga tidak memiliki alat pemadam kebakaran dan sirkulasi udara yang
memenuhi syarat. Pabrik tidak dilengkapi fasilitas pertolongan pertama pada
kecelakaan (P3K), tidak tersedia alat pelindung diri (APD), serta berbagai
pelanggaran lain.
Secara terpisah, Pelaksana Harian Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan
Kesehatan Kerja (PNK3), Amarudin mengatakan, dari 30 korban meninggal, hanya
satu pekerja yang telah terdaftar BPJS Ketenagakerjaan yakni atas nama Gusliana.
Ahli waris akan mendapatkan santunan kecelakaan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan
sebesar Rp 150.411.288.
Sedangkan untuk santunan ahli waris pekerja yang belum terdaftar BPJS
Ketenagakerjaan, Dinas Tenaga Kerja Sumatera Utara akan membuat penetapan
yang menyatakan para korban sebagai korban kecelakaan kerja, agar ahli waris
korban mendapatkan santunan kecelakaan kerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Kebakaran pabrik mengakibatkan 30 orang meninggal dunia. Mereka terdiri dari 24
pekerja borongan termasuk di dalamnya seorang pekerja anak atas nama Rina (15
tahun), lima anak sebagai pekerja borongan serta seorang adik pekerja yang
sedang berkunjung ke pabrik tersebut. Terdapat empat pekerja yang selamat dari
insiden tersebut.
Page 67 of 185.

