Page 502 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 502
Penandatanganan dilakukan oleh Dirjen Pembinaan Penempatan dan Perluasan Kesempatan
Kerja Kemnaker RI dan Dubes Vincenzo Mascioli, Director International Affairs dari Federal
Department of Justice and Police (FDJP) State Secretariat for Migration SEM.
Penandatanganan disaksikan langsung oleh Dubes RI untuk Swiss, Muliaman Hadad.
"Perjanjian ini merupakan tindak lanjut dari perundingan kemitraan ekonomi komprehensif
antara Indonesia dan European Free Trade Association (Indonesia-EFTA CEPA) yang telah
ditandatangani pada tahun 2018 dan kemudian difinalisasikan pada tahun 2019," isi keterangan
resmi Kemnaker dan KBRI Bern, yang dikutip RRI.co.id, Rabu (01/12/2021).
Dalam keterangan resmi itu disebutkan dengan ditandatanganinya perjanjian kerja sama
pertukaran profesional muda ini, kedua negara sepakat untuk saling membuka pasar tenaga
kerja bagi profesional muda usia 18 - 35 tahun untuk bekerja di semua sektor di kedua negara,
dengan tetap memperhatikan aturan, khususnya aturan terkait tenaga kerja asing yang berlaku
di kedua negara.
Penempatan dilakukan dengan basis kuota maksimal 50 orang profesional muda dalam setiap
tahun dengan berbasis kontrak kerja antara pemberi kerja dan pekerja, dimana skema ini telah
dimiliki oleh Pemerintah Swiss dengan 14 negara mitra kerjasamanya, salah satunya dengan
Indonesia.
Kesepakatan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Swiss ini, adalah sangat strategis bagi
Indonesia, terutama dalam rangka memperluas kesempatan kerja, khususnya di luar negeri.
Terlebih lagi untuk sektor-sektor pekerjaan yang perlindungannya cukup baik, baik itu dilihat
dari segi upah, kondisi pekerjaan ataupun kondisi hubungan industri antara pemberi kerja dan
tenaga kerja.
Hal ini berarti juga bahwa, kesempatan kerja bagi profesional muda Indonesia terbuka lebar di
Swiss, yang pada akhirnya dapat menurunkan angka pengangguran Indonesia, meningkatkan
taraf hidup masyarakat, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. Di lain pihak, kesepakatan ini
juga menjadi peluang bagi Indonesia, untuk lebih percaya diri dalam menggali peluang-peluang
kerja formal yang lebih luas lagi di negara lain.
"Kami berharap ini menjadi milestone awal terbukanya skema kerja sama penempatan tenaga
kerja Indonesia di negara-negara mitra kawasan Eropa" ujar Dirjen Binapenta, Kemnaker RI,
Suhartono.
Lebih lanjut, Dirjen Binapenta menyampaikan kedua negara akan kembali duduk bersama untuk
membicarakan pengaturan teknis dari perjanjian ini guna dapat memaksimalkan pemanfaatan
kerja sama yang telah dijalin oleh kedua negara.
"Seperti diketahui, Indonesia-EFTA CEPA mulai berlaku sejak 1 November 2021 dan diharapkan
implementasi program Young Professional ini dapat disegerakan sehingga dapat mendukung
Indonesia-EFTA CEPA lebih maksimal bagi kedua belah pihak," pungkas Dubes RI untuk Swiss,
Muliaman Hadad. (Foto : KBRI Bern).
501

