Page 498 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 498

Rp  3.125.444,72  14  Kabupaten  Sumedang  Rp  3.064.218,08  15  Kabupaten  Cianjur  Rp
              2.699.814,40 16 Kota Sukabumi Rp 2.562.434,01 17 Kabupaten Indramayu Rp 2.391.567,15 18
              Kota Tasikmalaya Rp 2.363.389,67 19 Kabupaten Tasikmalaya Rp 2.326.772,46 20 Kota Cirebon
              Rp  2.304.943,51  21  Kabupaten  Cirebon  Rp  2.279.982,77  22  Kabupaten  Majalengka  Rp
              2.027.619,04 23 Kabupaten Garut Rp 1.975.220,92 24 Kabupaten Kuningan Rp 1.908.102,17 25
              Kabupaten Ciamis Rp 1.897.867,14 26 Kabupaten Pangandaran Rp 1.884.364,08 27 Kota Banjar
              Rp  1.852.099,52  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota  ini  berlaku  untuk  mulai  dibayarkan  pada
              tanggal 1 Januari 2022 dan hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu
              tahun.

              Pengusaha diminta menyusun dan memberlakukan struktur dan skala upah dalam menentukan
              besaran nilai upah yang dibayarkan terhadap pekerja dengan masa kerja lebih dari satu tahun.

              Pengusaha  pun  dilarang  membayar  upah  lebih  rendah  dari  Upah  Minimum  Kabupaten/Kota,
              kecuali  bagi  pelaku  usaha  mikro  dan  kecil  yang  ditetapkan  berdasarkan  kesepakatan  antara
              pengusaha dan pekerja/buruh di perusahaan.

              Pengusaha  yang  telah  membayar  upah  lebih  tinggi  dari  ketentuan  Upah  Minimum
              Kabupaten/Kota dilarang mengurangi dan/atau menurunkan upah pekerjanya, sesuai ketentuan
              peraturan perundang-undangan.

              Menurut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Setiawan Wangsaatmadja, penetapan ini tidak
              terlepas  dari  beberapa  dasar  peraturan,  yaitu  Undang-undang  (UU)  nomor  13  tahun  2003
              tentang Ketenagakerjaan, UU nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, UU nomor 11
              tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah RI nomor 36 tahun 2021 tentang
              Pengupahan serta beberapa surat Menteri Ketenagakerjaan RI.

              Keputusan  ini  kemudian  tidak  terlepas  dari  rekomendasi  besaran  penyesuaian  nilai  upah
              minimum kabupaten/kota dari 27 bupati dan wali kota seluruh Jawa Barat, juga berita acara
              Dewan Pengupahan.

              “Tentu saja bahwa hal ini menjadikan sebuah dasar, sehingga Keputusan Gubernur dikeluarkan,”
              ucap Setiawan melalui siaran tertulis yang diterima, Rabu (1/12/2021).

              Menurut  Setiawan,  Gubernur  Ridwan  Kamil  turut  bersimpati  dan  berempati  terhadap  hal  ini
              karena rumus-rumus di dalam perhitungan dikeluarkannya UMK ini didasarkan kepada Peraturan
              Pemerintah dan tidak diberikan ruang terhadap diskresi daerah untuk menetapkan lebih dari itu.

              “Terkait dengan putusan MK, menyatakan bahwa pemerintah harus memperbaiki peraturan ini
              di  dalam  dua  tahun.  Namun  demikian  selama  dua  tahun  ini  seluruh  peraturan  yang  terkait
              dengan  UU  Cipta  Kerja  dan  seluruh  turunannya  masih  tetap  berlaku  termasuk  PP  36  yang
              mendasari terkait dengan perhitungan UMK ini,” tuturnya.

              Setiawan menegaskan bahwa tugas gubernur hanya menetapkan terkait dengan UMK ini dan
              gubernur  tidak  dapat  merevisi  bahkan  mengoreksi  terkait  dengan  rekomendasi  yang  telah
              disampaikan oleh seluruh bupati/wali kota.

              “Oleh karena itu, surat rekomendasi yang disampaikan oleh bupati/wali kota yang saat ini sudah
              seluruhnya sesuai dengan PP 36, kemudian gubernur menetapkan hal tersebut,” ujarnya.
              Setiawan mengharapkan, untuk ke depannya pihaknya merekomendasikan kepada pemerintah
              pusat agar dapat melibatkan pemerintah daerah lebih jauh khususnya di dalam penghitungan
              UMK ini. “Karena kita tahu kondisi ekonomi dan dinamika antara daerah satu dengan daerah
              lainnya sangat bervariasi. Oleh karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah
              daerah di masa yang akan datang bisa terlibat lebih jauh,” tuturnya.

                                                           497
   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502   503