Page 497 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 497

karena itu kami sangat berharap, bahwa pelibatan pemerintah daerah di masa yang akan datang
              bisa terlibat lebih jauh


              Ringkasan

              Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah mendengarkan aspirasi dari
              buruh mengenai penetapan upah minimum kabupaten/kota atau UMK 2022. Namun sayangnya,
              PP No 36 tahun 2021 tentang Pengupahan secara substansial mencabut kewenangan kepala
              daerah dalam menentukan sendiri upah buruh 2022.



              BAHAS UMK, RIDWAN KAMIL SEBUT PP NO 36 BIKIN KEPALA DAERAH TIDAK BISA
              TETAPKAN SENDIRI UPAH BURUH

              Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan pihaknya sudah mendengarkan aspirasi dari
              buruh mengenai penetapan upah minimum kabupaten/kota atau UMK 2022. Namun sayangnya,
              PP No 36 tahun 2021 tentang Pengupahan secara substansial mencabut kewenangan kepala
              daerah dalam menentukan sendiri upah buruh 2022.

              "Ada yang tanya, apakah aspirasi buruh diberi waktu dan didengarkan. 60 menit kami bersama
              Kapolda  Jabar  menyimak  dan  mendengarkan  walaupun  secara  daring  saat  pimpinan  serikat
              buruh  berkumpul  di  Hotel  Preanger.  Empat  pimpinan  serikat  buruh  diberi  kesempatan
              menyampaikan uneg-unegnya terkait pengupahan secara panjang lebar," kata Ridwan Kamil
              melalui akun instagramnya.

              Namun,  katanya,  PP  No  36  tahun  2021  tentang  Pengupahan  secara  substansial  mencabut
              kewenangan  kepala  daerah  dalam  menentukan  sendiri  upah  buruh  2022.  Saat  demonstrasi
              buruh  di  Gedung  Sate  pun,  kata  Ridwan  Kamil,  Wagub  Jabar  Uu  Ruzhanul  Ulum  sudah
              menyediakan waktu untuk dialog tambahan namun ditolak oleh perwakilan buruh.

              "Karena  pengupahan  masuk  kategori  Program  Strategis  Nasional,  maka  semua  daerah
              diwajibkan  menggunakan  rumus  yang  sama  dari  Kemenaker  yang  hasilnya  diumumkan.
              Termasuk sanksi pemberhentian permanen bagi kepala daerah yang melanggar," katanya.

              Ia berharap tahun depan rumus penetapan UMK ini bisa diperbaiki dan lebih memberi ruang
              pada dinamika dan kearifan lokal pada kesejahteraan buruh di daerah.

              "Dan  itulah  yang  terjadi  di  seluruh  wilayah  Indonesia.  Semoga  tahun  depan  rumusnya  bisa
              diperbaiki dan lebih memberi ruang pada dinamika dan kearifan lokal pada kesejahteraan buruh,"
              katanya.

              Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Selasa (30/11/2021) telah menetapkan
              besaran nilai UMK di Provinsi Jawa Barat melalui Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 561/
              Kep.732-Kesra/ 2021 Tanggal 30 November 2021 tentang Upah Minimum Kabupaten/Kota di
              Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022.

              Keputusan ini menyatakan upah minimum di 27 kota dan kabupaten di Jabar sebagai berikut: 1
              Kota Bekasi Rp 4.816.921,17 2 Kabupaten Karawang Rp 4.798.312,00 3 Kabupaten Bekasi Rp
              4.791.843,90 4 Kota Depok Rp 4.377.231,93 5 Kota Bogor Rp 4.330.249,57 6 Kabupaten Bogor
              Rp 4.217.206,00 7 Kabupaten Purwakarta Rp 4.173.568,61 8 Kota Bandung Rp 3.774.860,78 9
              Kota  Cimahi  Rp  3.272.668,50  10  Kabupaten  Bandung  Barat  Rp  3.248.283,28  11  Kabupaten
              Sumedang Rp 3.241.929,67 12 Kabupaten Bandung Rp 3.241.929,67 13 Kabupaten Sukabumi


                                                           496
   492   493   494   495   496   497   498   499   500   501   502