Page 495 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 3 DESEMBER 2021
P. 495
PENELITI: PROGRAM KARTU PRAKERJA BISA TINGKATKAN KOMPETENSI
PENERIMA MANFAAT
Peneliti Harvard Kennedy School Rema Hanna menyatakan, Program Kartu Prakerja terbukti
mampu meningkatkan kompetensi bagi para penerima manfaat. Dalam pernyataannya, Kamis
(2/12/2021), Rema mengatakan, selain kompetensi, manfaat lain bagi penerimanya adalah dari
sisi kebekerjaan, pelatihan, ketahanan pangan, dan layanan keuangan.
“Program ini bahkan mampu mendorong penerima manfaat untuk tidak mengambil pinjaman
guna menutupi kebutuhan sehari-hari,” kata dia.
Menurutnya, pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,8 pp atau setara
peningkatan 12 persen untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha
atau peningkatan sebesar 30 persen, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18 persen).
“Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan
sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
pada penerima Kartu Prakerja,” kata Rema.
Selain itu, pendaftar yang menerima Kartu Prakerja memiliki probabilitas 2,8 pp atau setara
peningkatan 12 persen untuk berusaha sendiri, meningkatkan probabilitas 0,9 pp memiliki usaha
atau peningkatan sebesar 30 paessn, serta memiliki probabilitas 5,1 pp (18 persen) lebih tinggi.
“Secara rata-rata, program Kartu Prakerja meningkatkan pendapatan dari semua pekerjaan
sekitar Rp122.500 per bulan. Hasil ini menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 10 persen
pada penerima Kartu Prakerja,” kata Rema lagi.
Profesor ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) Benjamin Olken
memaparkan, dari aspek ketahanan pangan dan keuangan, penerima Kartu Prakerja memiliki
probabilitas 2,9 pp.
Menurutnya, sebanyak 54 persen penerima program melaporkan tidak pernah makan lebih
sedikit dari biasanya dalam 3 bulan terakhir karena kesulitan keuangan, dibandingkan dengan
51 persen non-penerima.
“Para penerima Kartu Prakerja juga memiliki probabilitas 2,6 pp (8 persen) lebih rendah untuk
mengambil pinjaman dalam 3 bulan terakhir untuk mengatasi kesulitan keuangan dan memiliki
probabilitas 1,6 pp (21 persen) lebih tinggi untuk membeli aset dalam beberapa bulan terakhir,”
ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan,
Program Kartu Prakerja masih akan dilanjutkan pada tahun 2022.
“Pemerintah mengalokasikan anggaran untuk Program Kartu Prakerja sebesar Rp11 triliun atau
4,3 persen dari anggaran perlindungan sosial tahun 2022,” tegasnya.
Febrio menekankan, Program Kartu Prakerja merupakan inisiatif strategis Pemerintah dan
penanganan Covid-19 karena tidak hanya menjadi sarana transfer dana dari pemerintah ke
masyarakat, tetapi menawarkan skill development sebagai pondasi meraih kesempatan kerja
yang lebih luas.
“Seringkali para pekerja kesulitan mendapatkan pekerjaan dikarenakan kompetensi yang
diperoleh dari lembaga pendidikan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Untuk
menjembatani ini pemerintah berupaya memberikan keterampilan bagi Angkatan kerja kita
sehingga labor market akan menjadi lebih sehat dan lebih fleksibel,” urainya.
494

