Page 77 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2019
P. 77

"Sekali lagi, memang tidak mudah. Tapi saya yakin dan optimistis bahwa SMK sudah
               berada dalam jalur yang benar. Kita tinggal bekerja lebih keras lagi," jelas mantan
               Rektor Universitas Muhammadiyah Malang ini di depan awak media.

               Dalam kesempatan yang sama Mendikbud menyatakan bahwa masyarakat dengan
               pendidikan terakhir jenjang pendidikan dasar memang memiliki daya serap yang
               tinggi; tercatat tingkat penganggurannya di tahun 2018 hanya 2,67 persen. Namun,
               tenaga kerja yang lulus dari Sekolah Dasar (SD) ataupun Sekolah Menengah
               Pertama (SMP) ini tergolong tidak produktif. Dan hal tersebut dapat menjadi
               ancaman pada saat Indonesia memasuki masa bonus demografi.

               "Kita tidak hanya menyiapkan orang untuk bekerja tetapi juga lapangan pekerjaan
               yang memberikan share terhadap pendapatan nasional karena kalau tidak bisa
               memberikan share terhadap pendapatan nasional yang bagus maka kita tidak
               mampu berkompetisi," tutur Muhadjir.

               Sementara itu, Kepala Bappenas sekaligus Menteri Perencanaan Pembangunan
               Nasional (Menteri PPN), Bambang Brodjonegoro menjelaskan pentingnya sinergisitas
               antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas
               lulusan SMK. Pemerintah daerah perlu memperhatikan angka pengangguran terbuka
               di daerahnya masing-masing. Karena pengelolaan pendidikan tingkat umum dan
               vokasi merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

               "Jadi Mendikbud memang bisa melakukan supervisi, berusaha memperbaiki tapi
               kewenangan sehari-hari memang ada di level pemerintahan provinsi," terang
               Menteri PPN.

               Ditambahkan Bambang, tugas Kemendikbud adalah memperkecil tenaga kerja
               lulusan SD dan SMP. Tantangan Indonesia saat ini adalah melipatgandakan
               pendapatan nasional agar masuk ke dalam golongan negara maju.

               "Agar tidak terjebak dalam middle income trap 'kan tenaga kerjanya harus yang
               bukan hanya mendapatkan pekerjaan. Melainkan juga betul-betul cocok dengan
               pekerjaan itu dan memang punya nilai tambah pendapatan yang cukup bagus untuk
               investasi nasional kita. Inilah pekerjaan kita yang cukup berat. Tetapi saya kira ini
               adalah pilihan strategi yang bagus," ujar Mendikbud.

               Produktivitas Angkatan Kerja Nasional Terkait peningkatan produktivitas tenaga
               kerja, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Hanif Dhakiri, menyampaikan bahwa ada
               beberapa hal yang sudah pemerintah lakukan, yaitu dengan memperkuat akses dan
               mutu untuk pelatihan vokasi ( vocational training ). Salah satunya dengan kebijakan
               yang disebut sebagai triple skill.

               Sasaran program ini berbeda-beda, antara lain yang pertama ditujukan untuk orang
               yang tidak punya keterampilan dimasukkan ke dalam program sehingga mereka
               punya keterampilan. Kemudian Orang yang sudah punya keterampilan dimasukkan



                                                       Page 76 of 95.
   72   73   74   75   76   77   78   79   80   81   82