Page 78 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2019
P. 78
ke program upskilling atau peningkatan keterampilan sehingga lebih meningkat dan
agar mampu berkarir. Dan yant ketiga adalah untuk pekerja yang sudah memiliki
keterampilan lalu dilakukan reskilling agar keterampilannya berubah.
"Ini penting karena perkembangan teknologi informasi sekarang ini membuat
banyak perubahan terjadi termasuk di industri dan di hidup kita. Ketika industri
berubah maka pekerjaan juga berubah," kata Menaker Hanif Dhakiri.
Menaker menegaskan kembali perlunya pemetaan pasar kerja yang hilang dan
pasar kerja yang baru. "Ketika pekerjaannya berubah maka tuntutan skill -nya juga
berubah. Hari ini kalau kita punya skill, anda tidak bisa merasa berbangga begitu
saja karena skill anda bisa begitu cepat tidak relevan. Kalau hari ini anda punya
pekerjaan, anda juga tidak bisa merasa bahwa anda sudah cukup aman dengan
pekerjaan itu karena pekerjaan itu ke depan akan bisa segera berubah. Di tengah
dunia yang serba berubah ini, yang akan bertahan hidup bukan mereka yang paling
kuat atau paling pintar melainkan yang paling responsif terhadap perubahan," jelas
Hanif Dhakiri.
Sejalan dengan Menaker, Mendikbud mengakui bahwa pada jenjang SMK yang
diperlukan bukan ijazah melainkan sertifikat per keahlian. Sekarang ini terdapat 142
jenis keahlian yang sudah tersertifikasi. Dan akan terus bertambah mengikuti
perubahan zaman.
Mendikbud yakin bahwa gotong royong pemerintah pusat dan daerah melakukan
revitalisasi SMK akan segera berdampak positif. "Saya yakin, untuk 3 atau 4 tahun
ke depan, lulusan SMK adalah lulusan yang disebutkan Pak Hanif tadi yaitu yang
berada di posisi yang tepat dan terus siap untuk melakukan peningkatan dari waktu
ke waktu," tuturnya.
Capaian Revitalisasi SMK Mendikbud menjelaskan ada beberapa strategi untuk
menurunkan tingkat pengangguran. Sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres)
Nomor 9 Tahun 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
sudah menyusun peta jalan pengembangan SMK, meningkatkan kerja sama dengan
Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI), kemudian melakukan pengembangan dan
penyelarasan kurikulum. Kemendikbud juga mendorong inovasi serta pemenuhan
dan peningkatan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan. Dan membentuk
kelompok kerja pengembangan SMK, serta meningkatkan akses sertifikasi lulusan
SMK dan akreditasi SMK.
Saat ini jumlah SMK mencapai 14 ribu, sebanyak 3.500 berstatus SMK negeri.
Sisanya, sekitar 11 ribu adalah SMK swasta dengan jumlah total siswa yang lebih
sedikit daripada siswa di SMK negeri. Menurut Mendikbud, cukup banyak SMK yang
jumlah siswanya tidak sampai 50 orang sehingga tidak bisa mengembangkan dirinya
menjadi SMK unggulan. "Oleh karena itu dengan revitalisasi ini memang kita
berusaha agar SMK yang kecil itu kita gabung," katanya.
Page 77 of 95.

