Page 79 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 03 JULI 2019
P. 79

Faktor guru SMK juga mendapatkan perhatian khusus Kemendikbud. Dijelaskan
               Mendikbud, di SMK terdapat tiga tipe guru, yaitu guru adaptif, guru normatif dan
               guru produktif. Guru adaptif adalah guru yang memegang mata pelajaran murni
               seperti guru matematika, kimia, fisika, biologi, dan bahasa inggris. Guru normatif
               dicontohkannya seperti guru agama, Pancasila. Sedangkan guru produktif adalah
               guru yang mengajar sesuai dengan keahliannya. SMK membutuhkan guru-guru
               yang kreatif, sensitif terhadap perubahan.

               "Ketika saya awal menjadi Menteri, jumlah guru produktif di SMK hanya sebesar
               37%, sisanya guru normatif dan adaptif. Bahkan ada SMK yang memiliki guru
               agama lebih banyak dibanding guru bidang keahlian. Oleh karena itu kita membuat
               program keahlian ganda dimana guru-guru adaptif yang mempunyai bidang
               keahlian murni kita sekolahkan lagi tapi tidak ke perguruan tinggi melainkan ke
               perusahaan-perusahaan untuk upskill," ungkap Mendikbud.

               Dilanjutkan Muhadjir, menurut kajian Kemendikbud, program keahlian ganda guru-
               guru di SMK menunjukkan hasil yang baik. "Contohnya guru fisika yang belajar di
               industri otomotif hasilnya lebih bagus daripada guru yang latar belakangnya dari
               otomotif karena dia punya dasar-dasar dan sudah senior. Oleh karena itu sekarang
               kita genjot pelatihan semacam ini," tuturnya.

               Mendikbud juga menjelaskan bahwa strategi pengembangan SMK telah diubah dari
               supply based menjadi demand based. Jika selama ini SMK berjalan dengan
               berdasarkan persepsi dari sisi pendidikan saja, seakan nantinya akan dibutuhkan di
               dunia kerja. Sekarang SMK berjalan sesuai dengan permintaan dunia usaha dan
               industri (DUDI). Yaitu dengan cara menyusun kurikulum dengan bekerja sama
               dengan DUDI. "Bahkan DUDI diberi porsi untuk menentukan kurikulum sebesar 70
               persen," ujarnya.

               Menurut Mendikbud, hal yang harus segera diantisipasi adalah pembangunan
               infrastruktur agar bisa selaras dengan pembangunan SMK. Ia berharap adanya
               kepedulian dari pemerintah daerah terhadap pengembangan SMK. "Kalau ada
               kawasan industri khusus, maka harus segera ada SMK yang jenisnya sesuai dengan
               kawasan tersebut. Contohnya 10 destinasi wisata baru, maka harus ada SMK
               Pariwisata di sana.
























                                                       Page 78 of 95.
   74   75   76   77   78   79   80   81   82   83   84